Share

Wapres: Ulama Perempuan Jadi Benteng Ajaran yang Merusak

Binti Mufarida, MNC Portal · Rabu 23 November 2022 16:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 337 2713402 wapres-ulama-perempuan-jadi-benteng-ajaran-yang-merusak-D6HTEwUD1k.jpg Wapres KH Ma'ruf Amin (Foto: Setwapres BPMI)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan ulama perempuan di Indonesia bisa menjadi benteng pertama terhadap ajaran-ajaran yang merusak seperti radikalisme.

“Melalui dakwah dan tarbiyah kepada keluarga dan masyarakat, ulama perempuan dapat menjadi benteng pertama terhadap ajaran yang berisiko merusak karakteristik dan warna keislaman Indonesia yang wasathiyah. Karakteristik perempuan dapat menjangkau ruas-ruas yang rentan akan infiltrasi radikalisme, seperti generasi muda dan lingkungan sesama perempuan,” ungkap Wapres pada Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II, Rabu (23/11/2022).

“Apalagi dengan meningkatnya penggunaan internet dan media sosial, kelompok yang memang sudah rentan akan semakin mudah terpapar hoaks dan ajaran agama yang menyimpang,” tambahnya.

Dalam konteks kebangsaan, kata Wapres, peran ulama perempuan juga sangat strategis dalam menjaga dan memelihara paham ahlussunnah waljamaah dengan prinsip tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), dan tawazun (seimbang).

Baca juga: Ramai Startup PHK Massal, Wapres Pastikan Bansos Tetap Berjalan

Di sinilah, Wapres berharap agar KUPI dapat semakin memperkuat kiprahnya. “Saya berharap, melalui KUPI, seluruh ulama perempuan mengambil bagian dalam jihad digital, baik dalam dakwah untuk menangkal konten-konten yang kontraproduktif bagi kemajuan umat, maupun dalam program pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi perempuan dan remaja putri.”

Baca juga: Tangani Korban Gempa Cianjur, Wapres Minta Dilakukan Langkah Cepat

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sementara itu, Wapres mengatakan melalui Kongres ini saatnya ulama perempuan memantapkan kontribusinya dalam mewujudkan peradaban umat manusia yang damai, maju secara berkeadilan dan berkelanjutan, serta maslahat bagi alam semesta.

“Saya berharap, melalui penyelenggaraan kongres ini, akan lahir pemikiran-pemikiran ulama perempuan Indonesia untuk mengisi pembangunan, maupun untuk menjawab berbagai isu kemanusiaan melalui aksi dan advokasi gerakan, maupun dalam dukungan formulasi kebijakan publik,” tegas Wapres.

Baca juga: Gempa M5,6 Cianjur, Wapres Minta Segera Berikan Bantuan ke Korban

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini