Share

Wapres Maruf Amin Ungkap Alasan Pemekaran Wilayah Hanya Dilakukan di Papua

Binti Mufarida, MNC Portal · Rabu 23 November 2022 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 337 2713383 wapres-maruf-amin-ungkap-alasan-pemekaran-wilayah-hanya-dilakukan-di-papua-H4AADhDzc1.jpg Wakil Presiden Maruf Amin (Foto: Satwapres)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengungkapkan alasan mengapa pemekaran wilayah hanya dilakukan di Papua. Diketahui setelah pemekaran, kini ada empat provinsi baru atau Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua yakni Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat.

“Papua itu menjadi sangat penting (pemekaran) karena terlalu luas (wilayahnya),” ungkap Wapres di sela kunjungan kerja di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (23/11/2022).

Wapres pun mengatakan diharapkan dengan adanya pemekaran di Papua akan mempercepat kesejahteraan disana. Kemudian, agar keamanan di wilayah Papua semakin kondusif.

“Dan bagaimana mempercepat kesejahteraan, bagaimana mengendalikan keamanan di Papua itu sangat banyak faktornya, sehingga untuk Papua dikecualikan, dalam pembagian provinsinya,” kata Wapres.

“Sehingga di Papua yang tadinya satu menjadi empat Papua, Papua Barat yang satunya satu menjadi dua, ini dalam rangka bagaimana menyelesaikan Papua dalam mempercepat pelayanan dan penanganan kesejahteraan di Papua,” tambahnya.

Sementara itu, Wapres mengatakan bahwa moratorium pemekaran di daerah masih berlaku. Termasuk salah satunya Kalimantan Barat (Kalbar) yang meminta untuk dimoratorium.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

“Jadi memang untuk daerah otonomi baru, ini masih moratorium. Jadi masih moratorium, yang minta itu bukan hanya di Kalbar, di banyak daerah, ratusan Kabupaten Kota itu banyak yang minta. Karena memang sedang dievaluasi, bahwa banyak dulu yang dimekarkan itu ternyata pendapatan aslinya itu tidak mendukung, belum mendukung,” katanya.

“Karena itu kita, kemudian kedua pemerintah pusat sendiri masih dalam menghadapi kendala-kendala ekonomi yang saya kira kita semua masih dalam situasi pandemi, kemudian sekarang menghadapi krisis global. Nah ini masih kita melakukan penataan-penataan, kecuali Papua,” tandas Wapres.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini