Share

Kominfo Digeledah, Johnny Plate: Urusan Kejaksaan

Erfan Maruf, MNC Portal · Rabu 23 November 2022 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 337 2713381 kominfo-digeledah-johnny-plate-urusan-kejaksaan-rgSeFRiYBo.JPG Menkominfo Johny G. Plate/Foto: Kemenkominfo

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate memberikan tanggapan atas penggeledahan yang dilakukan Kejaksaaan Agung beberapa waktu lalu di kantor Kominfo.

Penggeledahan yang dilakukan beberapa waktu lalu oleh Kejaksaan Agung dilakukan atas dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tower Bese Transceiver Station (BTS) 4G oleh Kementerian Komunitas dan Informasi (Kominfo).

 BACA JUGA:Sopir Transjakarta Tewas Ditusuk, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

Jhonny G Plate menyebut penggeledahan itu disebutnya merupakan bagian dari proses hukum. Oleh sebab itu, dia tidak mempermasalahkannya.

"Kalau urusan itu urusan Kejaksaan. Itu proses hukum," katanya kepada awak media pada Selasa (22/11/2022).

 BACA JUGA:KPK Duga Aset Hasil Korupsi Bupati Mamberamo Tengah Dikelola Pengusaha

Sebelumnya Kejaksaan Agung telah menggeledah dua lokasi terkait perkara dugaan korupsi dalam penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G pada Senin (7/11/2022).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana mengungkapkan ada dua lokasi yang digeledah. Satu di antaranya, kantor Kementerian Kominfo Pusat di Jakarta.

"Adapun dua lokasi yang dilakukan penggeledahan, yaitu pertama Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika di Jalan Medan Merdeka Barat Nomor 9, RT 2/ RW 3, Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat," kata Ketut dalam keterangan resminya pada Senin (7/11/2022).

Kemudian penggeledahan juga dilakukan di Kantor PT Adyawinsa Telecommunication & Electrical di Jalan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pihak Kejaksaan pun telah menyita sejumlah barang bukti dari penggeledahan tersebut

"Dari penggeledahan tersebut, telah dilakukan penyitaan berupa dokumen-dokumen dan barang bukti elektronik yang terkait dengan perkara dimaksud," ujarnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sebagai informasi, perkara ini telah ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan pada Rabu (2/11/2022). Naiknya status penyelidikan ke penyidikan itu dilakukan berdasarkan pengumpulan alat bukti dan pemeriksaan terhadap 60 orang saksi. Kemudian pada Jumat (28/10/2022), tim penyidik telah melakukan ekspos atau gelar perkara.

"Hasil ekspos, ditetapkan, diputuskan bahwa terdapat alat bukti permulaan yang cukup, sehingga ditingkatkan ke penyidikan," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus), Kuntadi dalam Konferensi Pers pada Rabu (2/11/2022).

Penyidikan pun difokuskan terhadap proyek penyediaan BTS dan infrastruktur pendukung Paket 1, 2, 3, 4, dan 5 pada Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo.

Paket-paket tersebut terletak di wilayah terluar dan terpencil di Indonesia, yaitu Papua, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, dan Nusa Tenggara Timur.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini