Share

KPK Duga Aset Hasil Korupsi Bupati Mamberamo Tengah Dikelola Pengusaha

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 23 November 2022 16:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 337 2713379 kpk-duga-aset-hasil-korupsi-bupati-mamberamo-tengah-dikelola-pengusaha-hi6lGhIHW7.jpg Plt Juru bicara KPK, Ali Fikri (foto: dok MNC Portal)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga aset hasil dugaan suap dan gratifikasi Bupati nonaktif Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak (RHP) dikelola oleh pengusaha swasta. Dugaan itu langsung dikonfirmasi KPK ke Komisaris PT Cyclop Raya Papua, Eko Sunaryo.

"Eko Sunaryo, S.H. (Komisaris PT. Cyclop Raya Papua), saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan pengelolan dan kepemilikan aset dari tersangka RHP," kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (23/11/2022).

Eko Sunaryo diduga mengetahui bahkan disinyalir turut mengelola aset Ricky Ham Pagawak. Oleh karenanya, KPK mendalami dugaan pengelolaan aset Ricky Pagawak ke Eko Sunaryo pada Selasa, 22 November 2022, kemarin.

 BACA JUGA:Ricky Ham Diduga Kondisikan Pemenang Proyek di Mamberamo Tengah

Sementara itu, terdapat dua saksi yang tidak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK pada Selasa kemarin. Keduanya yakni PNS, Yoseph Melvin Mandagie dan Wiraswasta Hendrik Parura. KPK akan menjadwalkan ulang pemeriksaan keduanya.

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi sejumlah proyek di Pemkab Mamberamo Tengah, Provinsi Papua. Keempat tersangka tersebut yakni, Bupati nonaktif Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak (RHP).

 BACA JUGA:Ultimatum Dua Saudara Kandung Bupati Mamberamo Tengah, KPK: Hadir pada Pemanggilan Berikutnya!

Kemudian, Direktur Utama (Dirut) PT Bina Karya Raya (BKR), Simon Pampang (SP); Direktur PT Bumi Abadi Perkasa (BAP), Jusieandra Pribadi Pampang (JPP); serta Direktur PT Solata Sukses Membangun (SSM), Marten Toding (MT). Ricky Pagawak ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Sedangkan Simon, Jusieandra, dan Marten pemberi suap.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

KPK telah melakukan proses penahanan terhadap para pihak tersangka pemberi suap. Bahkan, para penyuap Ricky Pagawak sedang menjalani proses persidangan. Sedangkan Ricky Pagawak, saat ini masih diburu aparat penegak hukum karena melarikan diri. Ricky sudah ditetapkan sebagai buronan KPK.

Dalam perkara ini, Ricky Pagawak diduga menerima suap sebesar Rp24,5 miliar dari tiga pengusaha atau kontraktor yakni, Simon, Jusieandra, dan Marten. Uang itu diduga berkaitan dengan proyek yang dimenangkan oleh ketiga kontraktor tersebut di daerah Mamberamo Tengah.

Adapun, Jusieandra mendapatkan 18 paket proyek pekerjaan dengan total nilai Rp217,7 miliar, di antaranya, proyek pembangunan asrama mahasiswa di Jayapura. Sedangkan Simon, diduga mendapatkan enam paket pekerjaan dengan nilai Rp179,4 miliar. Sementara Marten, mendapatkan tiga paket pekerjaan dengan nilai Rp9,4 miliar.

Pemberian uang untuk Ricky Pagawak dilakukan melalui transfer rekening bank dengan menggunakan nama-nama dari beberapa orang kepercayaannya. Tak hanya dari ketiga kontraktor tersebut, KPK menduga Ricky juga menerima uang dari pihak lainnya yang saat ini sedang ditelusuri.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini