Share

Rumah Sakit Sukabumi Hampir Penuh Pasien Gempa Cianjur, Ketersediaan Tempat Tidur Sisa 7

Dharmawan Hadi, MNC Portal · Rabu 23 November 2022 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 337 2713114 rumah-sakit-sukabumi-hampir-penuh-pasien-gempa-cianjur-ketersediaan-tempat-tidur-sisa-7-WwbhKvaIVb.JPG Rumah Sakit Sukabumi (Foto: MPI)

SUKABUMI - Bed Occupation Rate (BOR) atau ketersediaan tempat tidur bagi pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH melebihi kapasitas, dari total 55 tempat tidur yang dipersiapkan, pada sore kemarin, Selasa (22/11/2022) sudah terisi semua dan pasien masih terus berdatangan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, manajemen rumah sakit menambah 1 kamar kembali atau 10 tempat tidur bagi pasien korban bencana gempa 5,6 magnitudo yang berpusat di wilayah Cianjur. Sejak ditambah kapasitasnya, hingga pagi ini, Rabu (23/11/2022) masih tersisa 10 tempat tidur bagi pasien yang datang.

Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian, dr Supriyanto mengatakan bahwa untuk sementara Ruangan Teratai Atas dan Ruangan Mawar tersisa kuota 3 tempat tidur lagi. Kemudian ruangan yang buka lagi di lantai 4 dengan kapasitas kurang lebih 7 tempat tidur.

"Jadi space-nya masih 10 bed, Insya Allah masih kita bisa menerima. Total pasien masuk akibat gempa kemarin 73 orang, yang pulang 8 orang, meninggal satu, sisanya dirawat. Mayoritas dewasa, anak-anak juga ada beberapa," ujar dr Supriyanto kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (23/11/2022).

Lebih lanjut dr Supriyanto mengatakan bahwa sebagian besar pasien gempa mengalami trauma tumpul atau benturan, kebanyakan juga ada patah tulang dan juga cedera kepala.

"Tadi arahan pak direktur untuk selanjutnya, apabila melampaui kuota, itu juga mungkin kita akan evakuasi ke rumah sakit terdekat, RS Secapa mungkin, kita sudah koordinasi untuk bisa menerima, yang jelas sudah berinformasi ke kami bahwa ketika nanti kita udah overload dari yang kita sedia mungkin ke RS Secapa dulu," ujar dr Supriyanto.

Selanjutnya, dr Supriyanto berharap adanya tahap triase dari pemberi rujukan di lokasi bencana atau RSUD Sayang Cianjur, agar dapat ditangani secara cepat dan tepat sesuai dengan kondisi pasien tersebut. Triase dalam artian pemilahan jangan sampai ada pasien yang kemudian tidak bisa ditangani di RSUD R Syamsudin SH terbawa kesini atau dikirim kesini.

"Itu nanti akan tidak tepat. Misalnya cedera tulang belakang harus ada sub spesialis spine, misalnya tulang belakang yang berat, tapi untuk cedera kepala kita ada punya bedah syaraf, punya ortopedi, jadi pemilahannya itu yang saya maksud," ujar dr Supriyanto.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini