Share

Pengungsi Gempa Cianjur Trauma Kembali ke Rumah: Kami Butuh Selimut dan Tenda yang Lebih Nyaman

Nur Khabibi, MNC Portal · Rabu 23 November 2022 10:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 337 2713050 pengungsi-gempa-cianjur-trauma-kembali-ke-rumah-kami-butuh-selimut-dan-tenda-yang-lebih-nyaman-FPvFGCDB6p.JPG Pengungsi Gempa Cianjur (Foto: MPI)

CIANJUR - Gempa melanda Kabupaten Cianjur dan sekitarnya pada Senin (21/11/2022) dengan kekuatan magnitudo (M) 6,5. Akibat dari bencana tersebut, ratusan orang meninggal dunia dan tanah longsor.

Ketua RT 02/08 Kampung Kopeng, Kecamatan Cianjur Kota, Ahmad Sugandi menyatakan saat ini warganya yang berjumlah sekitar 400-an orang semuanya memilih mengungsi. Menurutnya, mereka masih takut untuk tinggal di rumah karena gempa susulan masih beberapa kali terjadi.

Sugandi melanjutkan, ketakutan warga tersebut diperparah dengan angin yang bertiup kencang kondisi paska gempa melanda.

"Tidak ada (yang tinggal di rumah), masih trauma pak, (masih) ada getaran-getaran, ini kan sudah ada (rumah) yang roboh ada yang sebagian roboh ada yang retak-retak pak itu besar retaknya," kata Sugandi saat ditemui di posko pengungsian Kampung Kopeng.

"Kemungkinan yang saya takutkan sama warga retakan itu bukan hanya dari gempa, ditakutkan ada angin kencang juga takut roboh, anginnya kenceng banget dari kemarin," sambungnya.

Sugandi menambahkan, saat ini bahan baku untuk dapur umum tempat mereka mengungsi sudah cukup. Menurutnya, saat ini yang mereka butuhkan adalah tenda yang lebih layak, selimut, obat-obatan, dan serta perlengkapan bayi.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Kami berharap ada pihak-pihak terkait yang bisa lebih peduli lagi ke warga kami, melihat kondisi seperti ini banyak anak-anak yang sakit, ini tenda memang tidak layak kami berharap ada bantuan-bantuan untuk tenda yang mungkin membuat warga kami lebih nyaman," ujarnya.

Pantauan di lokasi, warga saat ini masih menggunakan tenda seadanya dengan menggunakan terpal tanpa penutup yang mengakibatkan air hujan akan tempias ke tempat mereka beristirahat.

Di lokasi yang dimaksud, baru satu tenda yang layak yang dianggap warga tidak mampu menampung semua warga setempat yang mengungsi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini