Share

Tolong! Warga Cirumput Korban Gempa Cianjur Belum Tersentuh Bantuan

Bachtiar Rojab, MNC Media · Rabu 23 November 2022 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 337 2712886 tolong-warga-cirumput-korban-gempa-cianjur-belum-tersentuh-bantuan-IQZ1nGxLVC.jpg Korban gempa di Desa Cirumput, Cianjur (Foto: Dok/Bachtiar Rojab)

JAKARTA - Kampung Garung, RT 02 RW 03, Desa Cirumput, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menjadi salah satu desa yang terdampak guncangan gempa Magnitudo 5,6 pada Senin 21 November 2022 lalu.

Namun, hingga kini belum ada bantuan yang datang ke desa tersebut. Egi Randis (25), salah seorang warga menceritakan desanya tengah kesulitan akibat tidak adanya aliran listrik hingga air minum layak konsumsi.

"Listrik mati, air juga nggak ada, parahnya di akses, Basarnas (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan) itu nggak ada yang masuk ke sini," ujar Egi, Selasa (22/11/2022).

BACA JUGA:Kapolri Serap Aspirasi Masyarakat yang Jadi Korban Gempa Bumi Cianjur 

Tak hanya itu, warga yang terdampak juga tidak bisa kembali beraktivitas. Sehingga, kata Egi, makanan sisa menjadi salah satu upaya mengenyangkan perut mereka.

"Di sini lumpuh, nggak bisa kerja, kita butuh makanan maupun logistik," tuturnya.

Di sisi lain, lanjut Egi, warga yang terdampak juga tengah mengalami trauma akibat adanya gempa. Alhasil, guna meminimalisir hal yang terduga, warga sekitar turut tenda pengungsian alakadarnya.

"Posko buat sendiri, warga jadinya bikin tenda sendiri, nggak ada yang masuk ke sini benar-benar nggak kejangkau," ujarnya.

BACA JUGA:149 Kali Gempa Susulan Guncang Cianjur hingga Malam Ini 

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Di sini ada kurang lebih 90 kartu keluarga, dan perlu bantuan," sambung Egi.

Kendati demikian, kata Egi, di desanya sendiri tidak terdapat korban jiwa. Namun, bangunan warga turut terdampak kerusakan yang cukup parah.

Diketahui, sebanyak 22.198 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa Cianjur , Jawa Barat. Data itu tercatat hingga Selasa 22 November 2022.

Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto merinci, dari 22.198 unit rumah yang mengalami kerusakan itu, terbagi menjadi tiga kategori.

"Kemudian kerugian materiil, kerugian material rumah rusak berat dapat informasi sejumlah 6.570 unit, kemudian rumah yang rusak sedang sejumlah 2.071 unit rumah, yang rusak ringan ada 12.641 unit. Sisanya semuanya masih terus kita laksanakan pendataan," ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini