Share

Gempa Cianjur, PVMBG Ungkap Penyebab Banyak Bangunan Hancur Porak-poranda

Agung Bakti Sarasa, MNC Portal · Rabu 23 November 2022 01:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 337 2712873 gempa-cianjur-pvmbg-ungkap-penyebab-banyak-bangunan-hancur-porak-poranda-JMRp728hoF.jpg Bangunan hancur porak-poranda (Foto: Tangkapan layar media sosial)

BANDUNG - Gempa dahsyat berkekuatan Magnitudo 5,6 yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah mengakibatkan ribuan bangunan, baik rumah maupun gedung hancur porak-poranda.

Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi memberikan catatan penting terhadap banyaknya bangunan yang hancur yang juga menjadi penyebab korban luka hingga meninggal dunia.

BACA JUGA:149 Kali Gempa Susulan Guncang Cianjur hingga Malam Ini 

Kepala PVMBG Badan Geologi, Hendra Gunawan mengatakan, gempa berkekuatan Magnitudo 5,6 yang dipicu pergerakan Sesar Cimandiri itu merupakan gempa dangkal yang menimbulkan efek merusak. Akibatnya, banyak bangunan hancur hingga korban berjatuhan.

 

Menurut Hendra, penyebab banyaknya bangunan hancur porak-poranda akibat gempa, yakni bangunan dibangun di atas batuan yang kurang solid dan bangunan yang kurang memenuhi standar tahan gempa.

"Bangunan dibangun di batuan yang kurang solid. Selain itu, bangunan kurang memenuhi standar gempa," kata Hendra dalam konferensi pers daring, Selasa (22/11/2022).

BACA JUGA:BIN Salurkan Bantuan dan Dirikan Tenda untuk Korban Gempa Cianjur 

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Hal itu harus menjadi perhatian pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam merekomendasikan pendirian bangunan.

"Memang masih banyak tugas ke depannya, dalam hal ini Kementerian PUPR dalam hal rekomendasi bangunan," katanya.

Berdasarkan data terakhir, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Cianjur mencapai 268 orang. Sebanyak 122 orang di antaranya sudah teridentifikasi.

"Korban jiwa meninggal dunia 268 orang. Dari jumlah itu, yang sudah teridentifikasi siapa-siapanya sebanyak 122 jenazah. Kemudian disamping 268, masih ada korban hilang dan masih dicari sejumlah 151 orang," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal Suharyanto dalam konferensi pers di Pendopo Cianjur, Selasa 22 November 2022.

"Apakah 151 orang ini belum teridentifikasi? kami akan dalami lebih lanjut. Bisa saja yang masih hilang, masuk dalam yang belum teridentifikasi," imbuhnya.

Sedangkan data sementara korban luka hingga sore tadi mencapai 1.083 orang dan 58.362 orang terpaksa mengungsi. Adapun kerugian materi, terdapat ribuan rumah rusak.

"Rumah rusak kategori berat 6.570 unit, rusak sedang 2.071 unit, dan yang ringan 12.641 unit. Sisanya semuanya masih terus kita laksanakan pendataan," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini