Share

Pemilu 2024, Airlangga: Kader Golkar Tidak Boleh Diadu Domba!

Irfan Maulana, MNC Portal · Rabu 23 November 2022 00:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 337 2712867 pemilu-2024-airlangga-kader-golkar-tidak-boleh-diadu-domba-WEv6GoukQS.jpg Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto (Foto: Irfan Maulana)

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Airlangga Hartarto meminta seluruh kader jangan mau diadu domba soal politik. Apalagi, jelang bergulirnya Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Hal tersebut, kata Airlangga, menjadi tugas Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) untuk mencegah hal itu terjadi di internal partai Golkar.

"Nah, ini yang kemarin kami sampaikan dan ini juga menjadi catatan untuk MPO seluruh Indonesia bahwa kita tidak boleh diadu domba, kita tidak boleh adu internal yang paling penting buat kita adalah masyarakat berempati kepada Golkar," ujarnya saat peluncuran aplikasi MPO Go di salah satu hotel di Jakarta Pusat, Selasa (22/11/2022).

BACA JUGA:Golkar Luncurkan Aplikasi MPO Go Sebagai Sumber Informasi dan Pendidikan Politik 

Dia mengatakan, dengan empati masyarakat, Golkar bisa memenangkan Pemilu 2024. Ditambah berkoalisi dengan partai lain untuk mendukung pencalonan presiden.

"Target Golkar kita menang 20 persen atau 115 kursi, tetapi untuk menang presiden kita butuh di atas 51 persen artinya kita harus berkoalisi untuk mendukung capres yang diusung Golkar sehingga kita bisa menang," katanya.

BACA JUGA:Waketum Golkar Sebut Isyarat dari Jokowi soal Capres Masih Sangat Normatif 

Ia menegaskan, Golkar merupakan partai yang paling berpengalaman. Selama Pemilu digelar, tak satu pun Golkar ribut.

"Partai Golkar selalu menerima kemenangan atau pun hasilnya secara sportif. Kalau ada masalah tentu dibawa ke MK (Mahkamah Konstitusi). Tapi kalau MK menerima. Jadi saya katakan Partai Golkar mengikuti rule of law (aturan hukum)," katanya.

"Dan itulah yang membedakan Golkar dengan yang lain. Kita tidak menyelesaikan persoalan di jalanan tapi kita ikut terhadap hukum karena kita ingin membangun bangsa juga berbasis hukum bukan otot," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini