Share

Korban Tragedi Kanjuruhan Adukan Irjen Nico Afinta dan Mantan Kapolres Malang ke Propam Polri

Riana Rizkia, MNC Portal · Selasa 22 November 2022 22:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 22 337 2712808 korban-tragedi-kanjuruhan-adukan-irjen-nico-afinta-dan-mantan-kapolres-malang-ke-propam-polri-omB2mUVlv7.jpg Tragedi Kanjuruhan/Foto: Antara

JAKARTA - Korban Tragedi Kanjuruhan resmi melaporkan mantan Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Nico Afinta, dan mantan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat serta para pelaku penembakan gas air mata ke Propam Polri.

Perwakilan kuasa hukum, Anjar Nawan Yusky mengatakan laporan tersebut telah diterima Propam dan teregister dengan Nomor: SPSP2/7136/XI/2022/Bagyanduan.

 BACA JUGA:149 Kali Gempa Susulan Guncang Cianjur hingga Malam Ini

"Terkait dugaan pelanggaran disiplin dan kode etik Polri, utamanya mengenai pelanggaran SOP dalam pengamanan pertandingan di Stadion Kanjuruhan," kata Anjar saat dimintai konfirmasi, Selasa (22/11/2022).

Pada surat aduan Propam yang diterima itu, terlihat pihak yang dilaporkan adalah Anggota Satbrimob Polda Jatim dan Sabhara Polres Malang yang terlibat PAM stadion berdasarkan sprin pengamanan dari Kapolres Malang nomor Sprin/1606/IX/PAM3.3/2022 tanggal 28 September 2022.

 BACA JUGA:Ingin Menang Pilpres, Airlangga: Kita Terus Dorong untuk Perluas Koalisi

Kemudian mantan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dan mantan Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta.

Sebelumnya, Korban Tragedi Kanjuruhan mendatangi Bareskrim Polri di Jakarta Selatan, pada Jumat (18/11/2022), dan meminta agar Tragedi Kanjuruhan yang tengah diusut Polda Jawa Timur dapat diambil alih sepenuhnya oleh Mabes Polri.

"Kami akan buat permohonan secara resmi bahwa kami ingin semua perkara berkaitan dengan Tragedi Kanjuruhan, baik yang ada di Polda Jawa Timur yang sudah bergulir saat ini ada enam tersangka maupun laporan dari masyarakat yang saat ini ditangani Mapolres Malang, agar diambil alih oleh Bareskrim Mabes Polri," kata kuasa hukum korban, Anjar Nawan Yusky di Bareskrim Polri, Jumat (18/11/2022).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Ini untuk bisa membuat terang apa yang sebenarnya terjadi. Tidak ada lagi konflik kepentingan. Harapan kami, ketika di Bareskrim, penanganannya lebih maksimal," sambungnya.

Seharusnya, kata Anjar, Tragedi Kanjuruhan bisa ditangani dengan maksimal seperti perkara kasus Ferdy Sambo.

"Tadi kami beri masukan juga seharusnya perkara Tragedi Kanjuruhan ini bisa ditangani maksimal seperti penanganan perkara kasus Ferdy Sambo. Bagaimana kita lihat di perkara kasus FS hanya ada 1 korban jiwa, tapi penanganannya begitu maksimal," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini