Share

Banyak Korban Alami Patah Tulang, TNI AL Kirim Dokter Spesialis hingga Bedah Umum ke Cianjur

Riana Rizkia, MNC Portal · Selasa 22 November 2022 19:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 22 337 2712755 banyak-korban-alami-patah-tulang-tni-al-kirim-dokter-spesialis-hingga-bedah-umum-ke-cianjur-EQN2LPBkUI.jpg TNI Al kirimkan dokter spesialis bantu korban gempa Cianjur/Foto: Riana Rizkia

JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan bahwa satuan tugas peduli Cianjur telah dikirimkan ke lokasi terdampak gempa.

Sebanyak 500 personel dikirimkan untuk membantu para korban terdampak. Yudo mengatakan, 38 di antaranya merupakan tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter ortopedi, bedah umum, dan anestesi.

 BACA JUGA:Banyak Pelajar Jadi Korban Gempa Cianjur, Basarnas: Mereka Masih Ada di Sekolah

"Ada dokter ortopedi, bedah umum, tulang, dan anestesi, dan tenaga perawat kesehatan," kata Yudo usai melepas personel bantuan gempa Cianjur di Markas Besar TNI AL Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (22/11/2022).

Diketahui, memang banyak korban selamat yang mengalami patah tulang dan membutuhkan penanganan khusus. Untuk itu, kata Yudo, pihaknya mengirimkan dokter spesialis.

 BACA JUGA:Partai Perindo Salurkan Sembako hingga Makanan Bayi ke Pengungsi Gempa di Kampung Sopeng Cianjur

Yudo menjelaskan, saat ini pihaknya juga akan fokus pada fokus pada evakuasi dan pencarian korban hilang, serta membantu sarana dan prasarana yang rusak akibat gempa.

"Evakuasi dan pencarian korban, dan membantu sarana prasarana yang rusak," katanya.

"Prajurit yang kita kerahkan diharapkan bisa membantu sarana prasarana yang tidak jalan, mungkin ada PDAM putus, jalan, dan telkom (rusak), akan kita garap bersama dengan BPBD dan intansi terkait," sambungnya.

Adapun aksi tanggap darurat TNI AL akan dilaksanakan selama seminggu. Namun Yudo menegaskan, hal tersebut tergantung kondisi di lapangan. Jika dampak dan kerusakan yang dialami begitu besar, bukan tidak mungkin bantuan akan diperpanjang hingga dua minggu atau lebih.

"Kita lihat situasi, kalau tanggap darurat bisa 7 hari hingga 14 hari, tapi lihat kondisi di sana, kalau masih dibutuhkan tentu akan kita bantu sampai selesai," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini