Share

Gempa Dahsyat Cianjur Periode Perulangan Setiap 20 Tahun

Binti Mufarida, MNC Portal · Selasa 22 November 2022 18:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 22 337 2712733 gempa-dahsyat-cianjur-periode-perulangan-setiap-20-tahun-hqrrHvCr39.jpg Gempa Cianjur/Foto: Antara

JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati melaporkan gempa dengan magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat merupakan gempa dengan periode perulangan 20 tahunan.

 (Baca juga: Gempa Dahsyat Cianjur, Ibu Hamil 9 Bulan Tertimpa Rumah 2 Lantai saat Sholat)

“Bahwa gempa ini dari analisis kajian BMKG merupakan gempa dengan periode ulang kurang lebih 20 tahun, sebelumnya tahun 2000 yaitu 22 tahun yang lalu, dan sebelumnya lagi tahun 1982, 18 tahun yang lalu,” ungkap Dwikorita saat Konferensi Pers secara virtual, Selasa (22/11/2022).

Dwikorita pun mengatakan bahwa ada potensi terjadi gempa lagi di Cianjur kurang lebih 20 tahun yang akan datang.

“Sebetulnya sudah 6 kali ya, tapi tiga kali sebelumnya periode ulangnya lebih panjang, puluhan tahun lebih dari 20 tahun, yang 3 tali terakhir ini 20 tahunan, artinya apa gempa dapat terulang kemudian di kurang lebih 20 tahun kedepan,” katanya.

Oleh karena itu, Dwikorita meminta agar disiapkan pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi untuk membangun bangunan yang tahan gempa. “Sehingga pada masa pada tahap rekonstruksi, mohon benar-benar diperhatikan agar bangunannya tahan gempa.”

“Karena lokasi banyak rumah yang runtuh itu juga berada pada lokasi rawan longsor juga perlu diperhatikan tahan longsor atau mencari tempat yang aman. Nah mencari tempat yang aman tidak berada pada pinggir lereng yang rawan longsor atau tidak berada pada bantaran sungai,” tambahnya.

Dwikorita mengatakan saat ini BMKG sedang melakukan survei untuk mendapatkan atau mengidentifikasi tanah-tanah mana yang relatif lebih aman terhadap guncangan gempa. “Akan segera kami sampaikan ke pemerintah daerah.”

Dia juga telah bertemu dengan tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi untuk mengintegrasikan hasil survei dalam mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Beliau melakukan survei untuk longsor tanah longsor, karena longsor ada dibawah pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi sehingga nanti kami akan integrasikan hasil survei tersebut untuk mendukung proses rekonstruksi dalam menentukan, kalau memang terpaksa harus mencari tempat yang aman, ada datanya berbasis data,” pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini