Share

4 Kasus Orang yang Pura-Pura Meninggal, Alasannya Bermacam-macam

Tika Vidya Utami, Litbang Okezone · Selasa 22 November 2022 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 22 337 2712588 4-kasus-orang-yang-pura-pura-meninggal-alasannya-bermacam-macam-XgfIgPvDIi.jpg Ilustrasi/Unsplash

JAKARTA - Baru-baru ini masyarakat ini dihebohkan dengan kasus orang yang pura-pura meninggal dunia.

Ternyata, kasus orang yang pura-pura meninggal dunia bukan pertama kali terjadi. Mereka melakukan aksi pura-pura meninggal dunia dengan beragam alasan.

Mulai dari menghindari pembayaran utang hingga menyelamatkan diri komplotan begal. Berikut daftarnya.

November 2022

Urip Saputra (40) warga Rancabungur, Kabupaten Bogor sempat membuat heboh masyarakat. Pasalnya, ia berpura-pura meninggal dunia dan hidup lagi.

Diketahui, Urip merekayasa kematiannya guna menghindari utang Rp1,5 miliar. Rekayasa kematiannya pun dipersiapkan secara matang.

Menurut keterangan polisi, rekayasa tersebut dibuat Urip, mulai dari memesan mobil ambulans hingga peti mati.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Atas aksinya yang dilakukan, Urip pun meminta maaf secara terbuka di Polres Bogor, Jawa Barat, pada Senin (21/11/2022).

Selain itu, Urip juga berjanji untuk melunasi utangnya. Satreskrim Polres Bogor menutup kasus Urip yang telah merekayasa kematiannya. Kasus Urip berakhir dengan restoratif justice.

Maret 2021

Guna menghindari utang, seorang TKW bernama Nuril Lailatul pura-pura meninggal dunia.

Diketahui, pemilik akun Facebook dengan nama Jeanis Dealova meminjamkan uang kepada Nuril.

Berdasarkan percakapan WhatsApp, Nuril meminjam uang untuk pengobatan sang adik sebesar Rp12 juta. Hingga waktu yang ditentukan, Nuril selalu beralasan saat ditagih.

Orang yang meminjamkan uang kepada Nuril pun geram, sebab akun media sosialnya seperti Facebook hingga WhatsApp diblokir oleh Nuril.

Bahkan Nuril pura-pura meninggal dunia karena tidak membayar utang. Pemilik akun Facebook itu pun membuatkan buku Yasin untuk Nuril.

2020

 

Suwarsan (68), warga Cilacap, Jawa Tengah berhasil menyelamatkan diri dengan pura-pura meninggal dunia.

Ia melakukan hal itu ketika dibuang oleh kelompok begal di sebuah jurang pada September 2020. Suwarsan pun merangkak naik lalu meminta pertolongan masyarakat sekitar.

Kejadian tersebut terjadi di antara Kecamatan Banjarharjo dan Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Kasus bermula ketiga tiga orang menyewa mobil dari Cilacap ke Brebes. Mobil rental itu dikemudikan oleh Suwarsan.

Saat melewati kawasan Banjarharjo, salah satu pelaku meminta berhenti untuk alasan buang air kecil. Suwarsan pun ternyata ikut buang air kecil.

Dari arah belakang, leher Suwarsan dicekik. Kemudian ia diseret ke tebing jurang dengan leher diikat.

Suwarsan pun dilempar ke jurang oleh para pelaku. Diketahui, ia pura-pura meninggal dunia usai para pelaku meninggalkan lokasi. Polisi telah mengamankan sebuah mobil, baju milik korban dan satu pelaku.

2011

Demsaria Simbolon, guru sekolah dasar (SD) di Medan, nekat memalsukan kematiannya. Hal ini dilakukannya untuk mendapat tunjangan serta gaji selama tujuh tahun tanpa bekerja.

Ia tidak lagi mengajar sejak 2011 serta berpura-pura meninggal.

Namun ia tetap memperoleh gaji serta mendapat tunjangan selama tujuh tahun. Cara licik Demseria demi mendapat uang itu terungkap ketika sang suami mendatangi PT Taspen untuk mengambil klaim asuransi kematian Demsaria.

Ketika dilakukan verifikasi ulang, terungkaplah bahwa Demsaria masih hidup dan telah memalsukan surat kematiannya.

Menurut Pengadilan Negeri Medan, kerugian yang diakibatkan oleh Demsaria mencapai Rp435 juta.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini