Share

Ajudan Pastikan Senjata Jatuh Dari Tangan Ferdy Sambo HS-19 bukan Combat Wilson

Rizky Syahrial, MNC Media · Selasa 22 November 2022 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 22 337 2712497 ajudan-pastikan-senjata-jatuh-dari-tangan-ferdy-sambo-hs-19-bukan-combat-wilson-HOvkIvn9sE.jpg Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi (Foto: Antara)

JAKARTA - Mantan ajudan Ferdy Sambo, Adzan Romer memastikan senjata api yang jatuh dari tangan Ferdy Sambo bermerek HS-19, bukan Wilson Combat. Hal itu terlihat pada saat Sambo hendak masuk ke rumah dinas Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan

Hal itu diungkapkan Adzan ketika hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus Penembakan Brigadir Yosua atau Brigadir J, dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Dalam sidang tersebut, terlihat hakim memberikan beberapa senjata api untuk memastikan senjata apa yang jatuh pada kejadian tersebut.

"Apakah HS ini yang saudara lihat jatuh dari mobil pada waktu terdakwa turun di rumah jalan Duren Tiga," tanya Majelis Hakim di ruang sidang PN Jakarta Selatan, Selasa (22/11/2022).

"Saya tidak tahu persis senjata HS yang itu atau bukan. Tapi saya tahu persis itu senjata HS yang mulia," jawab Adzan.

Baca juga: Putri Candrawathi Positif Covid-19, Ferdy Sambo: Istri Saya Tidak Patuh di Rutan Kejagung!

Adzan pun yakin pada saat itu, senjata api merek HS-19 yang jatuh dari tangan Ferdy Sambo. Hal tersebut lantas dicecar oleh tim penasihat hukum untuk memastikan kembali.

"Senjata HS, apakah senjata itu yang saudara lihat?," tanya Penasihat Hukum.

Baca juga: Rekening Yosua Ratusan Juta Dikuras Usai Tewas, Ferdy Sambo Akhirnya Buka Suara

"Saya nggak tahu pak, tapi saya pastikan yang jatuh itu HS," kata Adzan.

"Dari mana saudara bisa memastikan bahwa senjata itu HS. Sedangkan yang tadi saudara diperlihatkan majelis ketua majelis saudara tidak tahu," tanya kembali penasihat hukum.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Saya nggak tahu pak karena saya nggak tahu nomornya pak, tapi kalau senjata yang jatuh, saya bisa bedakan, mana HS mana bukan," jelas Adzan.

Dari keterangan Adzan tersebut, penasihat hukum akan kembali membuktikan soal senjata yang jatuh dari tangan Ferdy Sambo tersebut.

"Yang mulia, ini sangat penting buat kita dari mohon nanti kami akan membawa CCTV. Yang nanti diperlihatkan yang mulia jadi pada saat penyidikan itu kita minta dilakukan untuk dikonfirmasi apa yang disampaikan oleh saudara Romer ini," ujar Penasihat Hukum.

"Baik nanti JPU akan menghadirkan bersama ahli, begitu ya," papar Hakim Ketua.

Sebelumnya, Ferdy Sambo membantah keterangan terkait sarung tangan yang ia pakai saat tiba di rumah dinas, Kompleks Polri Duren Tiga.

Menurut Sambo, saat itu ia tidak memakai sarung tangan saat turun dari mobil sebelum kejadian penembakan Brigadir Yosua atau Brigadir J.

Hal tersebut disampaikan oleh ajudannya Adzan Romer saat memberi kesaksian saat di sidang hari ini di PN Jakarta Selatan.

"Kalau keterangan Romer saya tegaskan bahwa tidak pernah mengenakan sarung tangan turun dari kendaraan," ujar Sambo di ruang sidang PN Jakarta Selatan, Selasa.

Ia menambahkan, senjata yang terjatuh saat itu bukan senjata HS, melainkan senjata pribadi miliknya yang memang mirip.

"Senjata yang jatuh bukan senjata HS tetapi senjata pribadi saya, Kimber Wilson yang mirip tadi disampaikan," jelas Sambo.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini