Share

KPK Duga Pengacara Lukas Enembe Tahu Banyak soal Kasus Korupsi Proyek di Papua

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 22 November 2022 08:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 22 337 2712231 kpk-duga-pengacara-lukas-enembe-tahu-banyak-soal-kasus-korupsi-proyek-di-papua-d6ZGekouHM.jpg KPK (Ilustrasi/Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Advokat Aloysius Renwarin tahu banyak soal kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Gubernur Papua, Lukas Enembe (LE). Aloysius diketahui merupakan salah satu pengacara Lukas Enembe.

Karena itu, KPK meminta Aloysius Renwarin untuk kooperatif datang memenuhi panggilan pemeriksaan. Aloysius sebelumnya mangkir alias tidak memenuhi panggilan pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai saksi, pada Kamis, 17 November 2022.

"Jadi begini, untuk pemanggilan kemarin saksi Aloysius dkk tentu dalam statusnya sebagai warga negara yang tentu diduga mengetahui peristiwa perbuatan dari tersangka, hingga kami panggil sebagai saksi tentunya," kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (22/11/2022).

Ali mengaku paham dengan tugas, pokok, dan fungsi Aloysius Renwarin sebagai penasehat hukum Lukas Enembe. Namun, ia menegaskan, Aloysius seharusnya justru dapat memberikan contoh yang baik dalam segi proses penegakan hukum yakni dengan kooperatif datang memenuhi panggilan KPK.

"Justru karena dia penegak hukum semestinya memberikan contoh yang baik bagi masyarakat, bahwa dia akan taat hukum, hadir ketika dipanggil sebagai saksi, perlu digaris bawahi, sebagai saksi," ujar Ali.

"Artinya ada kewajiban hukum untuk hadir, bukan kemudian membentuk sebuah opini di luar seolah-olah dia kebal hukum dan lain-lain itu keliru besar," imbuhnya.

Ali menekankan, pemanggilan Aloysius Renwarin bukan tanpa alasan yang jelas. Ia menjelaskan, ketika KPK memanggil para saksi tentu karena sudah mengantongi data yang berkaitan antara saksi dengan perkara yang sedang disidik.

"Karena tentu ketika kami memanggil seseorang sebagai saksi ya pasti ada kaitannya dengan perkara yang kemudian kami perlu mendalami," tuturnya.

Diketahui sebelumnya, Aloysius Renwarin absen alias tidak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK dalam kapasitasnya sebagai saksi pada Kamis, 17 November 2022. Tim Hukum dan Advokasi Gubernur Papua (THAGP) malah justru meminta klarifikasi soal pemanggilan Aloysius.

KPK enggan merespons permohonan klarifikasi THAGP. KPK justru akan segera menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Aloysius. Aloysius diminta untuk datang memenuhi panggilan ulang tersebut. Jika tidak, KPK tak segan untuk melakukan upaya jemput paksa.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan Gubernur Papua, Lukas Enembe sebagai tersangka. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Lukas diduga terjerat sejumlah dugaan kasus korupsi.

Di antaranya, terkait penerimaan suap dan gratifikasi proyek di daerah Papua. Lukas ditetapkan sebagai tersangka bersama sejumlah pihak lainnya. Sayangnya, KPK belum membeberkan secara detail siapa saja yang jadi tersangka serta konstruksi perkara yang menjerat Lukas Enembe.

Lukas telah dicegah bepergian ke luar negeri oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) atas permintaan KPK. Ia dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan terhitung mulai 7 September 2022 hingga 7 Maret 2023.

Tak hanya itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga sudah memblokir rekening milik Lukas Enembe dan pihak-pihak yang terkait. Pemblokiran dilakukan karena PPATK menemukan ada transaksi keuangan yang janggal atau mencurigakan.

Informasi terbaru, ada temuan PPATK terkait transaksi keuangan Lukas yang mengalir ke rumah judi alias kasino di luar negeri. PPATK menyebut jumlahnya hampir setengah triliun. KPK sedang mendalami temuan PPATK tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini