Share

Hari Ini, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Jalani Sidang Lanjutan di PN Jaksel

Achmad Al Fiqri, MNC Portal · Selasa 22 November 2022 05:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 22 337 2712150 hari-ini-ferdy-sambo-dan-putri-candrawathi-jalani-sidang-lanjutan-di-pn-jaksel-5BbVyLvcnU.jpg Ferdy Sambo (foto: dok MPI)

JAKARTA - Dua terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi bakal kembali menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan hari ini, Selasa (22/11/2022).

"Sidang Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi," kata Humas PN Jakarta Selatan, Djuyamto saat dihubungi, Senin (21/11/2022).

Dalam sidang itu, beragendakan pembuktian JPU melalui pemeriksaan saksi untuk para terdakwa. Setidaknya, ada tiga majelis hakim yang akan memimpin sidang tersebut.

 BACA JUGA: Terungkap! Lima Hari Dipenjara, Ricky Rizal Transfer Dana ke Anak Ferdy Sambo

Adapun pimpinan sidang akan dipandu oleh ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso, sementara hakim anggota satu yakni Morgan Simanjuntak, dan hakim anggota dua ialah Alimin Ribut Sujono.

Sebagai informasi, Putri Candrawathi didakwa terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Istri Ferdy Sambo itu disebut Jaksa mengetahui rencana pembunuhan tersebut akan tetapi tidak menghalangi upaya tersebut.

Dalam perkara ini, Putri Candrawathi didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

 BACA JUGA:Saat Ferdy Sambo Tepuk Tembok dan Menangis Jelaskan Kronologi Penembakan Brigadir J

Sama hal dengan Putri, Ferdy Sambo juga didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Perbuatan itu dilakukan bersama-sama dengan Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Putri Candrawathi, Ricky Rizal Wibowo, dan Kuat Ma'ruf.

Tak hanya itu, Sambo juga didakwa merintangi penyidikan perkara pembunuhan Brigadir J. Ia didakwa melakukan, menyuruh melakukan, dan turut serta melawan hukum melakukan tindakan apa pun yang berakibat terganggunya sistem elektronik. Ia juga didakwa menghilangkan hingga menyembunyikan informasi elektronik.

Atas perbuatannya, Sambi dikenakan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Selain itu juga dijerat Pasal 49 jo Pasal 33 Undang-Undang No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Taj banya itu, JPU juga menherat Sambo dengan Pasal 48 jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini