Share

5 Fakta Sidang Eksepsi Nikita Mirzani, Nangis saat Baca Nota Keberatan

Tim Okezone, Okezone · Selasa 22 November 2022 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 21 337 2712003 5-fakta-sidang-eksepsi-nikita-mirzani-nangis-saat-baca-nota-keberatan-soTYYpMTJU.png Nikita Mirzani (Foto: MPI)

JAKARTA - Artis Nikita Mirzani kembali menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Banten pada Senin 21 November 2022. Nikita disidang terkait kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan Dito Mahendra.

Pada sidang kali ini, agendanya pembacaan eksepsi atau keberatan dari terdakwa. Berikut fakta-faktanya:

1. Nikita Siap Disidang dengan Tangan Tak Terborgol 

Pantauan Tim MNC Portal Indonesia di lokasi, Senin 21 November 2022, sidang digelar sekitar pukul 10.30 WIB. Nikita didampingi kuasa hukumnya, Fahmi Bahmid.

Setibanya di ruang sidang, saat ditanya soal kabar dan kondisinya oleh Majelis Hakim, ibu tiga anak itu mengaku kalau dirinya dalam keadaan baik-baik saja. Sekaligus siap menjalani rangkaian persidangan.

"Sehat yang dimulai, bisa (bisa menjalani sidang)," kata Nikita Mirzani didalam ruang sidang, Pengadilan Negeri, Serang, Banten, Senin (21/11/2022).

Tak tampak seperti terdakwa pada umumnya, Nikita tampak elegan dengan setelan blazer lengkap dengan asesoris yang dikenakannya.

2. Bacakan Eksepsi, Tangis Nikita Pecah 

Sidang bergulir sekitar tiga jam, tangis Nikita Mirzani pecah dengan banyak membongkar fakta-fakta mengenai pengunggat Dito Mahendra. Salah satunya, menyinggung kasus dugaan mafia hukum, di mana, sebelumnya Dito pernah diperiksa terkait kasus mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

"Pelapor Mahendra Dito pernah diperiksa KPK terkait kasus mantan Sekretaris MA Nurhadi, mohon KPK membuka kembali oknum-oknum yang terlibat dalam kasus mafia hukum, KPK tidak boleh kalah dengan mafia hukum yang terkait dengan mantan sekretaris MA," ujar Nikita Mirzani.

BACA JUGA:Pengacara Nikita Mirzani Akui Janggal saat Dito Mahendra Sebut Ada Kerugian Rp17,5 Juta 

Nikita juga membongkar fakta-fakta mengenai Dito Mahendra soal jual beli pesawat jet pribadi jenis Hawker 4000. Sebelumnya sempat diposting di Instagram sehingga dengan dirinya ditetapkan sebagai terdakwa, berawal dari informasi mantan crew jet pribadi pelapor Dito Mahendra.

3. Nikita Minta Mantan Kru Dito Dilindungi

Dalam membacakan eksepsi, Nikita mengungkit perkara yang dihadapi penggugatnya, Dito Mahendra. Ia mendapatkan informasi dari mantan kru Dito.

Ibu tiga anak ini pun meminta majelis hakim memberikan perlindungan hukum kepada mantan crew Dito Mahendra, memberikan informasi kepada dirinya.

"Saya juga mohon KPK memberikan perlindungan hukum kepada saya dan orang yang memberikan informasi tersebut," ujar Nikita.

4. Nikita Minta Hakim Batalkan Dakwaan Jaksa

Dari eksepsi yang dibacakan, Nikita meminta hakim membatalkan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU). Menurutnya, postingan yang diunggah melalui akun Instagram bukan pencemaan nama baik, tetapi melainkan imbauan kepada polisi untuk bertindak adil terhadap masyarakat.

"Saya sebagai terdakwa memohon majelis memutuskan menyatakan bahwa surat dakwaan jaksa penuntut umum batal demi hukum, dinyatakan tidak dapat diterima atau tidak sah, memerintahkan jaksa mengeluarkan Nikita Mirzani dari Rutan Serang," ujarnya.

5. Ajukan Keberatan Pasal Alternatif

Nikita Mirzani mengajukan keberatan atau eksepsi terkait tiga pasal alternatif yang dikenakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadapnya.

Adapun tiga pasal tersebut pertama Pasal 36 jo Pasal 27 Ayat (3) Jo Pasal 51 Ayat (2), kedua Pasal 27 Ayat (3) jo Pasal 45 Ayat (3) Undang-Undang ITE dan ketiga Pasal 311 KUHP.

Pasal 27 Ayat (3) UU ITE berisi larangan setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Sementara itu Pasal 311 KUHP berisi barangsiapa melakukan kejahatan menista atau menista dengan tulisan, dalam hal ia diizinkan untuk membuktikan tuduhannya itu, jika ia tiada dapat membuktikan dan jika tuduhan itu dilakukannya sedang diketahuinya tidak benar, dihukum karena salah memfitnah dengan hukuman penjara selama-lamanya empat tahun.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini