Share

5 Fakta Gempa Besar M5,6 di Cianjur, Bandung hingga Jakarta hingga Terguncang

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 22 November 2022 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 21 337 2711980 5-fakta-gempa-besar-m5-6-di-cianjur-bandung-hingga-jakarta-hingga-terguncang-Eg7npDGLyy.jpg Bangunan roboh akibat gempa Cianjur (Foto: tangkapan layar)

JAKARTA - Gempa bermagnitudo (M) 5,6 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin 21 November 2022.

Okezone pun merangkum 5 fakta terkini soal gempa yang mengguncang Cianjur tersebut:

1. Puluhan Orang Jadi Korban Gempa Cianjur

Korban gempa Magnitudo 5,6 di Cianjur, Jawa Barat kembali bertambah. Korban meninggal dunia akibat gempa saat ini, menjadi 61 orang.

"Jumlah korban 61 orang hingga pukul 18.00 WIB," ujar Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan, Senin (21/11/2022).

Baca juga: Update Gempa Cianjur! Kapolres: Korban Meninggal Bertambah Jadi 61 Orang

Korban gempa Cianjur tersebut diperkirakan terus bertambah.

2. Gempa Dirasakan Kuat sampai Bandung dan DKI Jakarta

Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat 10 km barat daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Gempa terjadi pada pukul 13.21 WIB.

Baca juga: Gempa Cianjur, Kemendikbudristek Koordinasi dengan Pemda untuk Pastikan Akses Pendidikan

Guncangan gempa juga dirasakan warga Jakarta dan sekitarnya. Tak hanya Jakarta, guncangan gempa juga dirasakan di Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, hingga Tangerang.

3. Bentuk Geologis Cianjur

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan sebaran pemukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terletak pada kawasan rawan bencana gempa bumi tinggi.

"Morfologi wilayah tersebut pada umumnya berupa dataran hingga dataran bergelombang, perbukitan bergelombang hingga terjal yang terletak pada bagian tenggara Gunung Gede," tulis keterangan resmi Badan Geologi dilansir Antara, di Jakarta, Senin (21/11//2022).

Wilayah Kabupaten Cianjur secara umum tersusun oleh endapan kuarter berupa batuan rombakan gunung api muda (breksi gunung api, lava, tuff) dan aluvial sungai. Sebagian batuan rombakan gunung api muda tersebut telah mengalami pelapukan.

Endapan kuarter tersebut pada umumnya bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.

Selain itu, pada morfologi perbukitan bergelombang hingga terjal yang tersusun oleh batuan yang telah mengalami pelapukan, berpotensi terjadi gerakan tanah yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.

Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman, dan data mekanisme sumber dari BMKG dan GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif. Keberadaan sesar aktif tersebut hingga kini belum diketahui dengan baik karakteristiknya.

Menurut Badan Geologi, kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya sesar permukaan dan bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

4. Bangunan Ancol Mansion Alami Keretakan Akibat Gempa Cianjur

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengungkapkan sejumlah titik pada bangunan Ancol Mansion mengalami keretakan imbas guncangan gempa Magnitudo 5,6 yang berpusat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/11/2022) siang.

"(Objek terdampak) Ancol Mansion ditemukan retakan di beberapa titik pada dedung di antaranya ruang Lift Lt. 50, ruang Lift Lt.51, tangga darurat, dan parkir mobil Lt.LG," kata Isnawa dalam keterangannya, Senin (21/11/2022).

Isnawa menambahkan untuk korban jiwa maupun pengungsi nihil. Sedangkan jumlah kerugian masih dalam pendataan.

5. Korban Gempa Cianjur Mayoritas Anak-Anak

Bupati Cianjur, Jawa Barat, Herman Suherman mengantongi data bahwa mayoritas korban gempa yang terjadi pada siang tadi adalah anak-anak. Kata Herman, mayoritas anak-anak mengalami luka patah tulang akibat tertimpa reruntuhan.

"Korban anak-anak, rata-rata patah tulang. Ada yang lagi sekolah, ada yang di rumah, rata-rata sedang ada di dalam rumah," kata Herman saat dikonfirmasi, Senin (21/11/2022).

Sejauh ini, kata Herman, tercatat sudah ada 61 korban meninggal dunia akibat gempa dahsyat yang mengguncang Cianjur dan sekitarnya pada siang tadi. Sementara, korban luka tercatat lebih dari 700 orang. Korban diperkirakan masih terus bertambah.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini