Share

BMKG: Wilayah Cianjur Kerap Diguncang Gempa sejak Tahun 1844

Widya Michella, MNC Media · Senin 21 November 2022 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 21 337 2711880 bmkg-wilayah-cianjur-kerap-diguncang-gempa-sejak-tahun-1844-kqCItyaIH5.jpg Bangunan roboh akibat gempa Cianjur (Foto: tangkapan layar)

JAKARTA - Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan bahwa wilayah Sukabumi dan Padalarang, Jawa Barat sering mengalami gempa sejak tahun 1844. Hal ini dikarenakan wilayah tersebut merupakan kawasan seismik aktif dan kompleks.

"Ada banyak sekali catatan panjang kegempaan di wilayah Sukabumi dan Padalarang ini. Diawali oleh gempa pada tahun 1844an," kata Daryono dalam konferensi pers secara daring, Senin (21/11/2022).

Pada 1910, gempa juga pernah merusak di wilayah Cianjur dan sekitarnya. Lalu 21 Januari 1912, kata Daryono, banyak sekali titik kerusakan rumah di perbatasan Cianjur dan Sukabumi.

"2 November 1968 gempa berkekuatan 5,4 juga banyak sekali rumah yang roboh. 10 Februari 1982 banyak sekali gempa berkekuatan 5,5 menimbulkan kerusakan dan korban jiwa," kata dia.

Kemudian pada 12 Juli 2000, pernah juga terjadi gempa berkekuatan M5,1 yang menyebabkan lebih dari 1.900 rumah mengalami rusak berat.

Baca juga: Gempa M5,6 Cianjur, BNPB: Kerusakan Masif, Diperkirakan Jumlah Pengungsi Cukup Banyak

Daryono menyebut berdasarkan catatan gempa, BMKG mencatat pernah terjadi tiga gempa secara berurutan yaitu M4,1; M3,3: dan 2,6 pada 14 November lalu di Cirata, Bandung.

Baca juga: Kerusakan Akibat Gempa M 5,6 di Cianjur Cukup Masif, BNPB Perkirakan Jumlah Pengungsi Akan Banyak

"Ada tiga gempa yang terjadi secara berurutan berkekuatan 4,1, 3,3 2, 6 itu terjadi di Cirata dan waktu itu masyarakat merasakan karena terjadi pada pagi dini hari dan 4,1 cukup kuat,"ujarnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Ia pun mengimbau agar masyarakat menghindari bangunan retak dan tebing yang berpotensi longsor. Selain itu, masyarakat diminta hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi.

Imbauan juga diungkapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang meminta warga di Kabupaten Sukabumi dan Cianjur, Jawa Barat untuk tidak memasuki kembali bangunan yang terdampak gempa.

"Masyarakat di wilayah Sukabumi dan Cianjur sebaiknya jangan memasuki rumah atau perkantoran dulu, terutama yang sudah cukup terdampak," kata Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Dia mengatakan posisi pusat gempa tersebut berada di tengah-tengah Sukabumi dan Cianjur. Namun gempa susulanmya itu bergerak ke utara lebih dekat ke Cianjur.

"Jadi masyarakat memang untuk sementara sebaiknya di luar ruangan dulu sampai gempa susulan dampaknya tidak berasa, atau tidak ada gempa signifikan," kata Abdul Muhari.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini