Share

5 Fakta Wanita Penipu Mahasiswa IPB, Begini Modusnya

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Minggu 20 November 2022 05:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 20 337 2711006 5-fakta-wanita-penipu-mahasiswa-ipb-begini-modusnya-jf9yw99LzE.jpg

BOGOR - Polisi membongkar praktik tipu-tipu bisnis online yang dilakukan wanita berininisial SAN di Bogor. Ada beberapa cara yang dilakukan pelaku untuk menarik korban yang mayoritas mahasiswa.

Berikut fakta yang dihimpun

1. Minta Korban Pinjam ke Pinjol

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Yohannes Redhoi mengatakan cara pertama yakni SAN pelaku meminta korbannya melakukan pinjaman melalui aplikasi pinjaman online. Terdapat 4 aplikasi pinjaman online yang diarahkan pelaku kepada para korban.

"Berdasarkan fakta penyelidikan kami, ada 4 aplikasi pinjol yang digunakan oleh korban berdasarkan permintaan dari pelaku. Dari keempat pinjol ini menurut keterangan tersangka total kerugian adalah Rp 2,3 miliar. Pinjol itu legal dan mempunyai izin," kata Yohannes kepada wartawan, Jumat (18/11/2022).

2. Iming-Iming Keuntungan Besar

Uang yang cair setelah dipinjam oleh korban itu diminta untuk mentranfer kepada pelaku. Untuk melancarkannya, pelaku mengimingi korban akan diberikan keuntungan 10 persen setiap transaksi dan tagihan pinjaman online akan dibayar oleh pelaku.

"Tersangka berjanji tagihan onlen dibayarkan oleh tersangka. Pada kenyataannya jangankan keuntungan, tetapi tagihan pinjaman online saja tidak dibayarkan oleh pelaku. Jadi modus operandi pelaku, yang pertama setelah si korban melakukan pinjol dan cair ke rekening korban, korban diminta untuk transfer langsung ke rekening pelaku," jelasnya.

Follow Berita Okezone di Google News

3. Gesek Tunai

Modus selanjutnya yakni dengan cara gesek tunai. Dana pinjaman online para korban yang tidak bisa dicairkan secara langsung, diminta oleh pelaku melakukan order fiktif ke toko online yang ditunjuk.

"Si pelaku meminta korban untuk melakukan belanja online yang dilakukan kepada toko online yang diakui milik si pelaku. Kenyataannya, berdasarkan fakta penyelidikan, toko online yang digunakan itu bukanlah toko online milik si pelaku, namun toko milik orang lain. Dimana setelah melakukan pinjol yang diajukan korban berdasarkan permintaan dari pelaku, si para korban ini diminta untuk melakukan pembelanjaan ke toko online tersebut, setelah melakukan pembelajaan, si penjual diminta uangnya oleh si pelaku kemudian dicairkan melalui si penjual," bebernya.

4. Kerjasama dengan Toko Tertentu

Yohannes menambahkan, dalam modus gesek tunai ini belum ditemukan adanya kerjasama antara pelaku dengan pemilik toko online. Kepada pemilik toko, pelaku ini mengaku mempunyai rekanan yang memiliki dan online tetapi ingin dicairkan.

"Pelaku menghubungi para pemilik marketplace ini, untuk meminta tolong pada pemilik toko online, bahwa saudaranya, temannya (pelaku) memiliki sejumlah uang di akun belanja online yang tidak bisa dicairkan secara langsung. Jadi minta tolong kepada pemilik toko online dibuat seakan-akan ada transaksi jual beli, sehingga uang masuk ke si penjual. Setelah uang masuk ke penjual, si penjual lah yang bisa mencairkan (uang) itu kemudian diberikan kepada si pelaku. Itu biasanya di dunia marketplace dinamakan gestun atau gesek tunai," tutupnya.

5. Kerugian Rp2,3 Miliar

Polisi telah menangkap dan menetapkan wanita berinsial SAN sebagai tersangka kasus penipuan dengan modus pinjaman online di Bogor. Dalam kasus ini, terdapat 317 korban yang mayoritas mahasiswa IPB dengan kerugian sekitar Rp 2,3 miliar.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini