Share

Bareskrim Polri Segera Tahan 7 Tersangka Kasus Robot Trading Net89

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 15 November 2022 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 15 337 2708085 bareskrim-polri-segera-tahan-7-tersangka-kasus-robot-trading-net89-gppP9XaFBT.jpg Bareskrim Polri segera menahan 7 tersangka kasus robot trading Net89. (Ilustrasi/Dok Okezone)

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri menyatakan segera menahan 7 tersangka kasus dugaan tindak pidana penipuan investasi robot trading Net89.

"Masalah waktu saja," kata Kasubdit II Dittipideksus Bareskrim Polri, Kombes Chandra Sukma Kumara saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (15/11/2022).

Ia menuturkan, pihaknya masih terus memperkuat barang bukti dalam penyidikan perkara tersebut.

"Apabila sudah cukup pembuktiannya akan kita tahan," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, dalam kasus ini polisi telah menetapkan delapan orang tersangka. Delapan tersangka itu adalah AA yang merupakan pendiri atau pemilik Net89 PT SMI dan memberikan petunjuk tentang skema bisnis serta cara memasarkan investasi robot trading.

Kemudian LSH, selaku direktur Net89 PT SMI yang selalu bersama-sama dengan AA. Selanjutnya ESI merupakan founder Net89 PT SMI yaitu tempat tujuan para member mendepositkan dananya dan asal pencairan dana kepada para member net89. Kemudian 5 orang berinisial RS, AL, HS, FI, dan D sebagai sub exchanger.

Namun, HS salah satu tersangka telah meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (lalin) pada 30 Oktober 2022.

Follow Berita Okezone di Google News

Atas perbuatannya, para tersangka terancam pasal berlapis. Di antaranya, Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 106 Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Perubahan atas UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan/atau Pasal 105 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Kemudian Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 dan Pasal 6 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian (TPPU) dengan ancaman maksimal 20 tahun.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini