Share

Cegah Penularan PMK saat G20, Satgas Larang Mobilitas Hewan di Bali

Erfan Maaruf, MNC Portal · Minggu 13 November 2022 05:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 13 337 2706353 cegah-penularan-pmk-saat-g20-satgas-larang-mobilitas-hewan-di-bali-1d0AEOwFrB.jpg Illustrasi (foto: Okezone)

JAKARTA - Dalam rangka pencegahan penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat perhelatan KTT G20, Provinsi Bali telah menetapkan peraturan terkait pelarangan aktivitas mobilisasi hewan dan produk hewan segar rentan PMK dari dan ke wilayah administrasi tersebut sejak Juli lalu.

“Hewan ternak di Bali tidak boleh keluar dan hewan ternak dari luar wilayah Bali tidak boleh masuk,” tegas Kepala Koordinator Pengendalian Operasi Satgas PMK Nasional, Brigjen TNI Lukmansyah melalui keterangan tertulis, Minggu (13/11/2022).

Walaupun mobilisasi hewan ternak dari luar ke Bali dan sebaliknya telah diberhentikan, namun mobilisasi hewan ternak antar kabupaten atau kota di Bali masih berlangsung.

“Lalu lintas hewan ternak antar daerah di Provinsi Bali masih normal saja, namun kami tetap jaga ketat Pelabuhan yang ada di Bali untuk mencegah terjadinya mobilisasi hewan ternak masuk dan keluar,” ujar Lukmasyah.

Selain itu, aktivitas biosecurity juga dilaksanakan secara intens pada kandang-kandang hewan ternak.

“Pastinya biosecurity kami perketat, setiap hari dilakukan penyemprotan disinfektan ke kandang-kadang hewan ternak sehingga dipastikan bersih dan aman dari virus PMK," jelasnya.

Lukmansyah juga mengemukakan, bahwa capaian vaksinasi hewan ternak di Provinsi Bali telah melebihi 80%.

 BACA JUGA:Kapolri Tegaskan Telah Siapkan Antisipasi Serangan Siber di KTT G20

"Sudah lebih dari 80 persen terhadap jumlah populasi hewan ternak telah divaksin,” tuturnya

Follow Berita Okezone di Google News

Testing hewan ternak turut dilaksanakan untuk memastikan hewan ternak yang dahulu pernah terjangkit dan telah sembuh maupun rentan telah bebas dari virus PMK.

“Hal ini dilakukan untuk meyakinkan hewan tersebut telah sembuh secara klinis dan terbebas dari virus PMK,” tutupnya.

Sejak 15 Agustus lalu, Provinsi Bali telah dinyatakan sebagai daerah zero reported case PMK. Ketua Satgas PMK Nasional Letjen TNI Suharyanto menjelaskan bahwa BNPB telah membentuk 3 posko biosecurity di wilayah Bali dan akan menambah posko lainnya guna memperketat strategi pencegahan penularan PMK.

“3 posko ada di Pelabuhan Gilimanuk, Padang Bai dan Benoa, kemudian kami akan menambah posko di Pelabuhan Ketapang, Lembar dan Bandara I Gusti Ngurah Rai,” katanya.

Penerapan biosecurity sudah diterapkan di Provinsi Bali, mulai dari karpet disinfektan pada wilayah bandara, box disinfeksi di pelabuhan, penyemprotan di check point dan disinfeksi ke kandang-kandang.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini