Share

Hakim Agung GS Jadi Tersangka KPK, KY Siapkan Proses Etik

Irfan Maulana, MNC Portal · Jum'at 11 November 2022 06:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 11 337 2705212 hakim-agung-gs-jadi-tersangka-kpk-ky-siapkan-proses-etik-zcGyVMwYI1.jpg Gedung MA (Foto : MPI)

JAKARTA- Komisi Yudisial (KY) tengah menyiapkan memberikan sanksi etik pada hakim agung GS terkait informasi penetapan tersangka baru kasus suap kepengurusan perkara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juru Bicara (Jubir) KY, Miko Ginting mengatakan pihaknya masih menunggu pengumuman resmi dari KPK terkait penetapan tersangka tersebut.

"Apabila benar ada hakim agung atau hakim yang ditetapkan sebagai tersangka, maka pada waktunya Komisi Yudisial akan turut menjalankan proses etik sesuai mandat yang dimiliki," ujarnya keterangan yang diberikan kepada MNC Portal Indonesia, Kamis, (10/11/2022) malam.

KY kata Miko akan terus mendukung segala langkah penegakan hukum oleh KPK untuk membongkar tuntas kasus ini.

"Yang mana merupakan bagian dari persoalan judicial corruption," ucapnya.

Sebelumnya, diberitakan KPK dikabarkan telah menetapkan lebih dari satu tersangka terkait pengembangan kasus dugaan suap pengurusan perkara di MA. Hakim MA berinisial GS dikabarkan menjadi tersangka baru dalam pengembangan kasus ini.

"Betul (ada tersangka baru). Lebih dari satu tersangka," kata salah seorang sumber kepada MNC Portal Indonesia

Juru Bicara (Jubir) MA, Andi Samsan Nganro belum merespon ketika dihubungi.

Follow Berita Okezone di Google News

Dinformasikan sebelumnya, KPK telah menetapkan 10 orang tersangka tersangka terkait suap pengurusan perkara di MA. Enam diantaranya dari MA sebagai penerima suap yakni dua hakim MA dan 4 pegawai MA.

Salah satu diantaranya adalah hakim agung yakni Sudrajad Dimyati. Lalu Elly Tri Pangestu menjabat sebagai Hakim Yustisial atau Panitera Pengganti MA, PNS pada Kepaniteraan MA Desy Yustria dan Muhajir Habibie. Kemudian, PNS MA Redi dan Albasri.

Lalu, empat lainnya sebagai pemberi suap yakni pengacara Yosep Parera dan Eko Suparno. Kemudian, debitur koperasi simpan pinjam Intidana Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini