Share

KTT G20 di Bali, PPATK Pantau Transaksi Keuangan dari Berbagai Negara

Felldy Utama, iNews · Jum'at 11 November 2022 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 11 337 2705196 ktt-g20-di-bali-ppatk-pantau-transaksi-keuangan-dari-berbagai-negara-z8KzNUMIqa.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan dukungannya terhadap perhelatan akbar konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 yang akan dilaksanakan pada tanggal 15-16 November 2022 di Bali.

Sebagai bentuk dukungannya, Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan atas berbagai jenis transaksi keuangan dari berbagai negara ke Indonesia, khususnya ke Bali.

Pemantauan ini, kata dia, dilakukan secara simultan dan berkala terus kami lakukan pemantauan transaksi dengan berkolaborasi bersama Polri, BNN, BNPT dan mitra kerja strategis lainnya terkait Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APUPPT).

Baca juga: Presidensi G20 di Bali Bentuk Pengakuan Negara Besar Dunia kepada Indonesia

"Karena ini merupakan ajang internasional yang harus dijaga marwah dan integritasnya, terlebih Indonesia bukan sekedar menjadi tuan rumah KTT G20 tahun ini, namun sebagai Pemegang Mandat Presidensi,” kata Ivan dalam keterangannya dikutip Jumat (11/11/2022).

Di samping itu, Ivan menilai bahwa di saat yang bersamaan, penyelenggaraan ini adalah momen yang tepat untuk menunjukkan partisipasi aktif Indonesia di kancah internasional dalam menanggulangi beragam isu global, tak terkecuali terkait integritas sistem keuangan dan perekonomian negara.

Baca juga: Ganjil Genap Selama KTT G20: Simak Jadwal, Aturan hingga Rute Pengalihannya!

“Sampai saat ini Indonesia adalah satu-satunya negara G20 yang belum menjadi anggota penuh Financial Action Task Force (FATF) yang merupakan organisasi independen yang mengatur kebijakan terkait pencucian uang dan pendanaan terorisme secara global,” ujarnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Ia menambahkan bahwa di bulan Juli hingga Agustus lalu telah dilakukan penilaian secara tatap muka terhadap Indonesia oleh para asesor dari FATF untuk menentukan apakah Indonesia layak menjadi anggota penuh FATF kedepannya.

“Meskipun saat ini Indonesia masih berstatus sebagai anggota observer FATF, namun sampai detik ini FATF sedang melakukan penilaian atas kelayakan Indonesia menjadi anggota penuh FATF, dan berkolaborasi dengan seluruh mitra kerja APUPPT, yang sedang dalam tahap memberikan tanggapan atas penilaian kedua oleh FATF,” pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini