Share

Momen Mengerikan Jenderal Sudirman dan Pasukannya Lolos dari Sergapan Sekutu

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 10 November 2022 09:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 10 337 2704545 momen-mengerikan-jenderal-sudirman-dan-pasukannya-lolos-dari-sergapan-sekutu-BdIvXZxTwY.jpg Jenderal Soedirman (Foto : Istimewa)

MALANG - Pertempuran mempertahankan kemerdekaan yang dilakukan para pahlawan bukanlah hal yang mudah. Bahkan acap kali nyawa para pahlawan nasional ini terancam saat tentara sekutu melakukan penyerangan ke tempat persembunyian atau tempat peristirahatan mereka.

Dari sekian pahlawan, Panglima Sudirman dan KH. Masjkur pernah nyaris gugur kala serangan pasukan sekutu Belanda di tengah malam di daerah Trenggalek, Jawa Timur. Kala itu Sudirman yang menjadi panglima tertinggi militer memilih memimpin langsung perang gerilya di hutan belantara dan pelosok - pelosok negeri.

Prof. Mas'ud Said selaku pengusul pahlawan nasional KH. Masjkur menuturkan, langkah perjuangan KH. Masjkur bersama Panglima Sudirman terjadi saat para pejuang ini melakukan peperangan gerilya di Trenggalek di tahun 1945, pasca kemerdekaan.

"Saya sebagai anggota penasehat tim, ada informasi ada orang Ansor yang waktu itu 2017, masih hidup. Dia mengaku pernah ketemu KH. Masjkur mengantarkan KH. Masjkur, sebagai anggota pasukan," kata Prof. Mas'ud Said ditemui di ruang kerjanya di Universitas Islam Malang (Unisma), pada Kamis (10/11/2022).

Sang informan ini saat itu usianya memang sudah cukup tua bahkan sampai langsung menunjukkan dimana lokasi ketika ia bertemu dengan KH. Masjkur yang mengiringi Panglima Sudirman saat pertempuran mempertahankan kemerdekaan di Trenggalek. Sayang Prof. Mas'ud tak mengingat siapa nama orang yang juga mempunyai sebuah langgar kecil di kampungnya.

"Sekarang orangnya sudah almarhum, dia cerita membersamai beliau (Panglima Sudirman dan KH. Masjkur), beliau Pak Dirman (Panglima Sudirman) sama beliau (KH. Masjkur) dikejar Belanda, dikejar tentara sekutu, dikejar siang malam mau dibunuh," terangnya.

Suatu hari ada seseorang mata-mata dari warga masyarakat yang melaporkan ke tentara sekutu bahwa ada pergerakan gerilyawan Indonesia di daerahnya. Laporan itu disampaikan setelah seseorang itu mengintai beberapa waktu hingga akhirnya beredar informasi adanya penyerbuan tentara sekutu ke tempat persembunyian pasukan Jenderal Sudirman dan KH. Masjkur.

"Tapi karena sudah ada pasukan beliau yang memata-matai juga akhirnya melaporkan ini mau diserang, akhirnya semua masuk di sungai," katanya.

Follow Berita Okezone di Google News

Pasukan gerilyawan masuk ke sungai dengan mengandalkan rakit yang terbuat dari batang pohon pisang. Mereka lantas kabur menghindari kejaran tentara sekutu di tengah malam dipimpin oleh Jenderal Sudirman.

"Jadi ketika diserang pasukan (tentara sekutu) ini sudah tidak ada orangnya, hanya mungkin perbekalannya saja yang tertinggal," paparnya.

Mas'ud berujar sosok KH. Masjkur memang bukan hanya sebagai seorang ulama, cendekiawan, dan pejuang yang membentuk Laskar Hizbullah di Malang. Laskar Hizbullah inilah yang menjadi salah satu dari sekian banyak pasukan yang bertempur di Pertempuran 10 November 1945 Surabaya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini