Share

Biografi KGPAA Paku Alam VIII, Pahlawan Nasional Asal Yogyakarta

Tim Okezone, Okezone · Kamis 10 November 2022 08:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 10 337 2704516 biografi-kgpaa-paku-alam-viii-pahlawan-nasional-asal-yogyakarta-gOk6ZyGcL2.jpg KGPAA Paku Alam VIII (Foto : Istimewa)

KGPAA Paku Alam VIII ditetapkan oleh pemerintah sebagai pahlawan nasional Indonesia. Dilansir dari data yang dirilis Pemerintah DIY, KGPAA Paku Alam VIII merupakan Raja Paku Alam yang bertakhta dari tahun 1937 hingga 1989.

Ia lahir di Yogyakarta, 10 April 1910 dengan nama kecil BRMH Sularso Kunto Suratno. Putra KGPAA Paku Alam VII dengan permaisuri, Gusti Bandoro Raden Ayu Retno Puwoso, itu dikukuhkan sebagai putra mahkota dengan gelar PAA Prabu Suryodilogo pada 5 Agustus 1936.

Sementara jabatan sebagai orang tertinggi di Pura Pakualaman diraih pada 12 April 1937.

Masa-masa terberat dalam sejarah kepemimpinan Paku Alam VIII adalah pada zaman pendudukan Jepang. Ketika itu, Jepang berusaha mengadu domba Pakualaman dengan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Di samping itu, dari dalam pura juga muncul hasutan-hasutan untuk memisahkan diri dari Kesultanan.

Untuk diketahui, KGPAA Paku Alam VIII menempuh pendidikan pada Europesche Lagere School Yogyakarta, Christelijke MULO Yogyakarta atau saat ini SMA Bopkri 1 Yogyakarta, kemudian SMA Negeri 3 Yogyakarta, atau pada zaman Belanda dikenal dengan AMS B Yogyakarta. Serta melanjutkan ke Jakarta pada Rechtshoogeschool te Batavia (Sekolah Tinggi Hukum).

KGPAA Paku Alam VIII selanjutnya menjabat sebagai Wakil Kepala Daerah Istimewa. Pada Oktober 1946 ia kemudian menjadi Wakil Ketua Dewan Pertahanan DIY. Ia juga pernah menjabat sebagai Gubernur Militer DIY dengan pangkat Kolonel pada tahun 1949 setelah agresi militer II.

Mulai tahun 1946-1978 Paku Alam VIII sering menggantikan tugas sehari-hari Hamengkubuwono IX sebagai kepala daerah karena kesibukan Hamengkubuwono IX sebagai menteri dalam berbagai Kabinet RI.

Follow Berita Okezone di Google News

Keduanya bersama-sama memerintah Ngayogyakarta Hadiningrat. Sejak saat itulah secara de facto Daerah Istimewa Yogyakarta terbentuk dengan penggabungan wilayah Kadipaten Pakualaman dan Kesultanan Yogyakarta serta diperintah secara bersama-sama oleh Hamengku Buwono IX dan Paku Alam VIII.

Paku Alam VIII disebut tanpa pernah terbersit untuk menggantikan posisi Hamengku Buwono IX sebagai gubernur meskipun kemungkinan itu terbuka lebar. Pasalnya, Pemerintah akan menetapkan Paku Alam VIII sebagai gubernur yang definitif. Tugas itu dilaksanakan oleh Paku Alam VIII sejak 1988 sampai sebelum wafat pada 11 September 1998.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini