Share

Sejumlah Daerah Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem, dari Puting Beliung hingga Hujan Es

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 08 November 2022 05:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 08 337 2702918 sejumlah-daerah-berpotensi-dilanda-cuaca-ekstrem-dari-puting-beliung-hingga-hujan-es-3PqUvGJR7P.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Masyarakat di sejumlah daerah diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi dilanda sejumlah bencana dalam beberapa hari ke depan. Sebab, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan sejumlah daerah di Indonesia berpotensi dilanda cuaca ekstrem.

"Peringatan dini, masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (putting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dll)," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (8/11/2022).

"Dan dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin dalam satu minggu ke depan," imbuhnya.

Guswanto merincikan sejumlah daerah yang berpotensi dilanda cuaca ekstrem. Berdasarkan hasil pantauan dan analisis BMKG, cuaca ekstrem berpotensi terjadi pada 8 dan 9 November di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung.

Kemudian, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Sementara pada tanggal 10 hingga 11 November, cuaca ekstrem berpotensi melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep.Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah.

Selanjutnya, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Follow Berita Okezone di Google News

Guswanto menjelaskan, potensi cuaca ekstrem terjadi karena adanya gangguan fenomena Madden Julian Oscillation (MJO). Fenomena MJO diprakirakan terpantau aktif di Samudra Hindia selatan Jawa, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan yang berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

"Hasil analisis kondisi iklim global menunjukkan kondisi La Nina lemah dengan nilai SOI sebesar +14.8 dan nilai Nino3.4 sebesar -0.75 yang secara umum memberikan latar belakang atmosfer yang lebih basah di wilayah Indonesia bagian timur daripada kondisi normalnya," beber Guswanto.

"Selain itu, kondisi IOD juga bernilai -0.54 yang menunjukkan aktivitas pembentukan awan di wilayah Indonesia bagian barat signifikan," imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini