Share

Berdebat dengan George Bush soal Invasi ke Irak, Megawati: Kayak Blitzkrieg Serbuan Kilat Jerman

Carlos Roy Fajarta, · Senin 07 November 2022 12:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 07 337 2702382 berdebat-dengan-george-bush-soal-invasi-ke-irak-megawati-kayak-blitzkrieg-serbuan-kilat-jerman-jxZmVGOnu0.jpg Foto: MNC Portal

JAKARTA - Presiden RI ke-lima, Megawati Soekarnoputri mengungkapkan bahwa Presiden pertama RI Soekarno mendorong terciptanya kesetaraan negara di dunia saat era 1955 dengan pergerakan Konfrensi Asia Afrika dan Gerakan Non Blok.

Megawati kemudian menceritakan perbicangan antara dirinya dengan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) George Bush, Jr terkait rencana negara adidaya itu menyerang Irak di bawah kepemimpinan Saddam Hussein.

(Baca juga: Teguran Keras dari Megawati, Ganjar Dapat Sanksi dari PDIP Gegara Siap Nyapres)

Kisah itu disampaikan Megawati saat menjelaskan pentingnya ide membangun tata dunia baru yang disampaikan Proklamator RI Soekarno, serta kebutuhan reformasi di PBB.

Hal itu disampaikan Megawati saat memberikan sambutan secara virtual dalam opening ceremony acara 'Bandung-Belgrade-Havana in Global History and Perspective', di Gedung ANRI, Jakarta, Senin (7/11/2022).

Dia lalu memberi contoh bagaimana dialognya dengan Presiden Amerika George W. Bush, Jr.

Bush mengatakan saat itu akan menyerang Irak dengan cara kilat. Megawati menjawab AS seharusnya mendapatkan izin dari PBB. Megawati lalu mempertanyakan maksud serangan kilat oleh AS ke Irak.

“Yang namanya kilat itu apa ya kalau dari strategi militer?" itu yang saya tanya. ‘Satu jam kah, satu hari kah, seminggu kah, sebulan kah?’ Jadi kata Presiden George Bush pada saya, katanya begini, ‘Kamu itu kok pintar ya Mega’. Saya diam saja, terus saya tanya, "kok kamu bilang begitu?" beber Megawati.

“Saya kan mesti tahu dong, ini juga karena saya harus juga berbicara mengenai Pancasila dan juga dengan Dasa Sila Bandung-nya, karena saya berkewajiban sebagai Presiden Republik Indonesia, karena saya tidak setuju bahwa sebuah negara akan melakukan sebuah penyerangan. Itu kayanya idenya seperti zaman Jerman mengatakan Blitzkrieg, perang cepat. Saya pikirnya begitu.”

Follow Berita Okezone di Google News

Megawati menegaskan, dirinya tidak membela Saddam Husein yang saat itu menjabat sebagai Presiden Irak. Dia hanya membela rakyat Irak.

“Tapi kan pada keadaannya ternyata waktu itu beliau agak sedikit marah, dia bilang begini, "Kamu selalu bela Saddam Husein?". Saya nggak bela Saddam Husein, saya bela rakyat Irak, yang pasti apapun juga kan menderita. Jadi kalau kamu berpikir bahwa kamu nggak cocok dengan Saddam Husein, sudahkah ada ahli Islam-mu yang harusnya menerangkan, Saddam Husein itu siapa" saya bilang begitu.”

“Tapi akhirnya tetap saja toh diserang,” tegas Megawati.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini