Share

4 Peristiwa Kapal Tenggelam dengan Korban Jiwa Terbanyak di Dunia

Ajeng Wirachmi, Litbang Okezone · Senin 07 November 2022 07:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 06 337 2702063 4-peristiwa-kapal-tenggelam-dengan-korban-jiwa-terbanyak-di-dunia-BV3yhGMNdL.jpg Kapal Titanic (foto: dok ist)

JAKARTA - Karamnya sebuah kapal merupakan kecelakaan maritim yang paling sering terjadi di dunia. Mulai dari kisah terkenal kapal Titanic hingga Wilhelm Gustloff yang tenggelam di masa Perang Dunia 2. Kapal-kapal yang tenggelam itu juga menelan banyak korban jiwa.

Berikut adalah 4 kejadian kapal tenggelam dengan korban jiwa terbanyak di dunia :

1. Kapal Wilhelm Gustloff

Tragedi tenggelamnya kapal Wilhelm Gustloff terjadi pada tanggal 30 Januari 1945. Kapal laut milik Jerman ini ditembak dengan torpedo oleh kapal selam Uni Soviet dan tenggelam di laut baltik. Peristiwa menyeramkan ini menelan setidaknya 9 ribu korban.

BACA JUGA:Kapal Kargo Shinsung Tenggelam di Taiwan, 12 WNI Dinyatakan Hilang 

Melansir Britannica, Gustloff adalah kapal pesiar yang sengaja dibangun untuk program Nazi bernama Kraft durch Freude atau Kekuatan melalui Kegembiraan. Kapal ini digunakan untuk rekreasi pekerja yang tergabung dalam Front Buruh Jerman.

Spesifikasi Wilhelm Gustloff, memiliki panjang 208 meter dengan berat melebihi 25 ribu ron. Sebelum karam di tahun 1945, kapal megah ini sudah terlebih dahulu melakukan pelayaran perdananya pada 24 Maret 1938 dan telah 50 kali berlayar selama 17 bulan.

2. Kapal Dona Paz

 

Selanjutnya, ada kejadian tenggelamnya kapal feri Dona Paz yang merenggut nyawa 4.386 jiwa. Peristiwa ini terjadi pada 20 Desember 1987 di wilayah Selat Tablas, selatan Manila, pukul 22.30 malam.

Kapal berbendera Filipina tersebut bertabrakan dengan kapal tanker minyak MT Vector hingga menyebabkan kebakaran dan kapal tenggelam. Banyaknya korban jiwa yang berjatuhan diakibatkan kondisi penumpang yang sebagian besar tengah terlelap.

 BACA JUGA:Kapal Kargo Tenggelam di Perairan Taiwan, 12 ABK WNI Masih Hilang

Sedikit dari mereka yang kemudian sanggup menyelamatkan diri, namun hanya 24 orang. Sementara, korban selamat dari kapal MT Vector hanya 2 dari 13 awak yang ada. Hasil penyelidikan menyebut, MT Vector berlayar tanpa izin dan dikemudikan oleh nakhoda yang kurang memenuhi syarat.

Dari kapal Dona Paz, ditemukan tidak adanya kru kapal yang berjaga ketika tabrakan terjadi. Dona Paz sebenarnya hanya sanggup mengangkut 1.493 orang. Sayangnya, penumpang yang diangkut saat itu sangat berlebih karena bersamaan dengan libur Natal.


3. Kapal Kiangya

 

Kiangya merupakan kapal uap yang karam pada 4 Desember 1948. Jumlah korban jiwanya pun sangat banyak, mencapai 3.920 orang. Melansir laman That’s, kapal asal China itu meledak di muara Sungai Huangpu, sekitar 80 kilometer dari Shanghai, usai menabrak sebuah ranjau peninggalan Jepang selama Perang Dunia II.

Kapal ini diketahui berangkat dengan membawa penumpang melebihi kapasitasnya. Kapasitas kapal ini 1.186 orang, namun penumpang yang terdaftar dalam manifest berjumlah 2.150 orang. Korban jiwa yang menyentuh angka 3 ribu orang mengindikasikan bahwa penumpang ini banyak ditumpangi oleh penumpang gelap.

4. Kapal Titanic

 

Tenggelamnya kapal Titanic menjadi salah satu tragedi maritim paling terkenal di dunia. Peristiwa ini juga dituangkan dalam sebuah film karya James Cameron di tahun 1997. Kapal uap mewah Titanis sedianya berlayar dari Southampton, Inggris menuju New York, AS. Namun, kapal tersebut tenggelam pada 15 April 1912 di Samudra Atlantik Utara usai menabrak gunung es.

Dari 2.240 penumpang dan awak yang berada di kapal ini, 1.500 di antaranya menjadi korban tewas. Sejak awal kemunculannya, Titanic disebut sebagai kapal yang tidak dapat tenggelam. Banyak pihak yang kemudian menganggapnya sebagai sebuah klaim yang sangat berani. Satu hal yang dikritisi dari kapal ini, jumlah sekoci penyelamat yang hanya ada 20 buah, dengan daya tampung 1.178 orang. Namun, hanya 705 orang yang bisa menaiki sekoci tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini