Share

Gempa M5,1 Guncang Melonguane Sulut, Begini Analisis BMKG

Binti Mufarida, MNC Portal · Sabtu 05 November 2022 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 05 337 2701493 gempa-m5-1-guncang-melonguane-sulut-begini-analisis-bmkg-ZQkbGxwIkl.jpg BMKG (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa M5,1 yang mengguncang Pantai Barat Kota Melonguane, Sulawesi Utara sore ini pukul 14.42 WIB, akibat aktivitas subduksi ganda Laut Maluku.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi ganda Laut Maluku,” ungkap Plt. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya, Sabtu (5/11/2022).

Sementara itu, hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4,8. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,92° LU ; 126,39° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 39 Km arah Barat Kota Melonguane, Sulawesi Utara pada kedalaman 87 km.

Baca juga: Gempa M4,2 Guncang Toli-Toli, BMKG: Hati-Hati Gempa Susulan

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik kombinasi mendatar (oblique thrust),” papar Daryono.

Baca juga: BMKG Sebut Curah Hujan Tinggi Masih Berpotensi Terjadi Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Berdasarkan analisis hasil pengukuran percepatan tanah dan pemodelan peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Kalongan, Lirung, Salibabu, Kepulauan Talaud dengan skala intensitas III - IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegas Daryono.

Follow Berita Okezone di Google News

Daryono pun meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” imbaunya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini