Share

AKBP Ridwan Soplanit Sempat Dibentak oleh Tim Propam Polri saat Olah TKP Brigadir J

Rizky Syahrial, MNC Media · Kamis 03 November 2022 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 03 337 2700492 akbp-ridwan-soplanit-sempat-dibentak-oleh-tim-propam-polri-saat-olah-tkp-brigadir-j-Kji4pVhsT1.jpg AKBP Ridwan Soplanit bersaksi di persidangan (Foto: MPI)

JAKARTA - Eks Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit mengungkapkan bahwa dirinya sempat dibentak oleh tim Propam Polri, Kombes Pol Susanto, saat ingin mengamankan barang bukti pada olah TKP Brigadir J.

Ridwan menjelaskan, saat itu tim penyelidikan dari Polres Jakarta Selatan bersama Prompam melakukan olah TKP di rumah dinas Ferdy Sambo, usai kejadian pembunuhan Brigadir J.

"Kemudian saya menyampaikan 'mohon izin komandan, ini wilayah hukum kami dari Jaksel kami harus membawa barbuk dan saksi untuk pemeriksaan'," ujarnya saat sidang di PN Jakarta Selatan, Kamis (3/11/2022).

"Hanya saat itu dia dengan nada agak tegas mengatakan 'ini tembak menembak antara dua anggota Polri, jadi ini kita proses dulu, kita bawa dulu ke Propam Mabes Polri' kemudian dia langsung bergerak berjalan," sambung Ridwan.

Baca juga: Ini Pengakuan Eks Kasat Reskrim Polres Jaksel Tak Bisa Amakan CCTV TKP Pembunuhan Brigadir J

Sebelumnya, eks Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit menyebut eks Kabag Gakkum Roprovost Divpropam Kombes Pol Susanto sempat menyita barang bukti di rumah dinas Ferdy Sambo usai peristiwa pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Baca juga: AKBP Ridwan Baru Tahu Rekaman CCTV Pembunuhan Brigadir J saat di Patsus

Demikian diutarakan Ridwan saat bersaksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan perintangan penyidikan pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Irfan Widyanto.

Fakta itu terungkap bermula ketika Ridwan menjelaskan dirinya yang saat itu menjabat Kasat Reskrim Polres Jaksel melakukan olah TKP di rumah dinas Ferdy Sambo.

Follow Berita Okezone di Google News

Saat itu, ia mengaku telah mengamankan barang bukti seperti dua senjata api berjenis HS dan Glock. Tak hanya itu, pihaknya juga amankan 10 selonsong peluru, empat serpihan peluru, dan tiga proyektil.

"Setelah kami melakukan pengumpulan olay TKP, tetapi pada saat kita melakukan kegiatan olah TKP, di situ juga ada beberapa perwira dari Propam Mabes Polri," tutur Ridwan, di PN Jakarta Selatan, Kamis (3/11/2022).

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini