Share

Ditjen Imigrasi Uji Coba Visa Kunjungan Elektronik untuk Wisatawan Asing

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 03 November 2022 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 03 337 2700353 ditjen-imigrasi-uji-coba-visa-kunjungan-elektronik-untuk-wisatawan-asing-rzaYM5OYLk.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi akan segera menerapkan sistem Electronic Visa on Arrival (eVoA) atau visa kunjungan elektronik bagi wisatawan asing. Selain itu, Ditjen Imigrasi juga akan melakukan uji coba sistem pembayaran melalui payment gateway.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi, Widodo Ekatjahjana menyampaikan, eVoA dan sistem pembayaran melalui payment gateway akan diresmikan pada Rabu, 9 November 2022. Saat ini, sistem tersebut sedang dalam tahap uji coba.

"Alhamdulillah, sistemnya telah dirampungkan oleh Direktorat Sistem Informasi dan Teknologi Keimigrasian (Ditsistik) dan sedang diuji juga oleh rekan-rekan Atase Imigrasi di Perwakilan RI," kata Widodo melalui keterangan resminya, Kamis (3/11/2022).

Rencananya, Imigrasi bakal melakukan uji coba sistem eVoA dan payment gateway terhadap wisatawan asing untuk pertama kalinya pada Jumat, 4 November 2022, besok, di Bandara Soekarno-Hatta.

"Kami berharap Electronic VoA mulai bisa digunakan oleh wisatawan asing mulai Rabu depan," harap Widodo.

Widodo menjelaskan bahwa peluncuran eVoa dan payment gateway dalam rangka menyambut momentum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan digelar pada 15 sampai 16 November 2022.

"Segala upaya dan koordinasi terkait sistem ini kami upayakan sebaik dan secepat mungkin untuk mendukung KTT G20 dan menjawab kebutuhan masyarakat dunia yang ingin berlibur atau melakukan pertemuan bisnis di Indonesia," katanya.

Follow Berita Okezone di Google News

Menurutnya, eVoA akan sangat memudahkan masyarakat dunia dalam lalu lintas masuk dan keluar Indonesia. Di mana, orang asing dapat menyelesaikan permohonan eVoA pra keberangkatan atau ketika transit sebelum memasuki wilayah RI, selama terhubung dengan internet.

"Mereka juga tidak perlu menghabiskan waktu dan energi untuk menukarkan uang cash ke mata uang Rupiah atau US Dollar," katanya.

Penerapan Electronic VoA dilakukan secara gradual dengan memprioritaskan layanan Visa on Arrival di TPI Bandara Soekarno-Hatta dan I Gusti Ngurah Rai. Untuk permulaan, kata Widodo, eVoA dapat diakses oleh Warga Negara Asing dari 26 negara yang paling banyak menggunakan VoA.

Adapun, orang asing pengguna VoA wajib membayar Rp500.000 dan akan diizinkan tinggal di Indonesia selama 30 hari. Izin tinggal bisa diperpanjang 30 hari di kantor imigrasi.

Seperti halnya eVisa, diterangkan Widodo, eVoA juga dapat digunakan paling lama waktu 90 hari setelah pembayaran dilakukan. Jalur transaksi yang tersedia dalam payment gateway adalah melalui kartu kredit atau kartu debit yang masuk dalam jaringan Visa atau Master Card.

"Insya Allah peluncuran eVoA dengan sistem pembayaran payment gateway akan turut dihadiri dan diresmikan oleh Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menkomarves), Bapak Luhut Binsar Pandjaitan," katanya.

"Sistem ini tidak hanya akan berpengaruh pada sektor pariwisata, tetapi juga terhadap closing-deals dalam pertemuan bisnis multinasional yang bisa mendorong investasi serta pembukaan lapangan kerja baru," imbuhnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini