Share

Mengapa Orang Terdekat Justru Jadi Pelaku Pembunuhan? Ini Kata Kriminolog

Syifa Fauziah, Okezone · Rabu 02 November 2022 16:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 02 337 2699520 mengapa-orang-terdekat-justru-jadi-pelaku-pembunuhan-ini-kata-kriminolog-7ZfouXOJ90.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Berita mengenai pembunuhan di kalangan masyarakat cukup ramai belakangan ini. Motif yang dilakukan pelaku kepada korban hingga membunuh beragam, mulai dari faktor ekonomi, sosial, hingga asmara.

Menurut Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Achmad Hisyam, hal yang membuat kasus pembunuhan semakin meningkat karena masyarakat saat ini semakin 'sakit'.

"Apa yang menjadi penyebab masyarakat itu nggak 'sehat'? Ada banyak sebabnya, faktor utamanya adalah finansial, ekonomi, ketika ekonomi macet dan nggak sehat akan berdampak pada yang lain. Butuh uang nggak ada lapangan kerja, akhirnya begal, nyopet, atau merampok," tutur Achmad Hisyam saat dihubungi Tim Okezone pada Selasa (1/11/2022).

Jika melihat fenomena bunuh diri dilakukan oleh orang terdekat, Achmad Hisyam justru tidak setuju. Sebab, biasanya pembunuhan itu membutuhkan keberanian tinggi dari pelaku. Berbeda dengan pelecehan dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh orang terdekat.

"Karena pembunuhan itu bahwa pelaku biasanya sudah memiliki klaim history yang cukup panjang, tiba-tiba membunuh itu jarang terjadi. Kecuali dia berada dalam tekanan yang berat, perintah, disuruh, atau hal lain yang buat dia nggak bisa mengelak, contohnya algojo yang membunuh karena memang tugasnya," tutur Hisyam.

"Jadi saya enggak sependapat, kenapa orang dekat (yang cenderung membunuh) karena pelaku pembunuhan nggak harus orang dekat, bisa orang jauh, orang bayaran, atau orang sewaan. Kecuali dia punya daya dan kemampuan buat bayar orang lain, pasti orang jauh, dia bayar orang. Kalau dia nggak punya duit ya lakuin sendiri," sambungnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Hisyam menilai, pembunuhan itu dalam hukum di Indonesia ada dua kategori, pembunuhan yang direncanakan dan yang tidak direncanakan. Biasanya kalau motif cinta, walaupun dilakukan oleh orang terdekat itu masuk kategori tidak direncanakan.

"Kalau dilakukan oleh ekonomi kelas bawah karena emosi, biasanya masuk dalam pembunuhan tidak direncanakan, dia samperin mantan atau suami barunya dipukul kena batu atau ada barang di dekatnya dipukul terus mati, itu yang tidak direncanakan," bebernya.

Hisyam menambahkan, adanya konflik hingga terjadi pembunuhan karena kasus asmara itu tergolong kasus pembunuhan tidak direncanakan.

"Misalnya, konflik baku pukul nggak sengaja mati, jadi bukan pembunuhan, lebih pembunuhan yang tidak disengaja," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini