Share

Rutan di Indonesia Over Capacity, Mahfud MD : Terapkan Keadilan Restoratif!

Riana Rizkia, MNC Portal · Selasa 01 November 2022 16:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 01 337 2698808 rutan-di-indonesia-over-capacity-mahfud-md-terapkan-keadilan-restoratif-Mwm5z7oJEc.jpg Menko Polhukam, Mahfud MD (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengatakan, ide dasar penerapan keadilan restoratif di Indonesia adalah masalah over capacity di rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas).

"Ide dasar penerapan restorative di indonesia, juga diperngaruhi oleh problem lapas dan rutan yang mengalami over capacity," kata Mahfud dalam konferensi nasional keadilan restoratif dengan tema 'Pembaruan Hukum Pidana di Indonesia dengan Keadilan Restoratif' secara daring, Selasa (1/11/2022).

 BACA JUGA:Putusan MK Tepat, Pengamat Tegaskan Urgensi Komcad untuk Pertahanan Negara

Mahfud menilai, pemenjaraan seseorang masih menjadi sanksi pidana favorit untuk menghukum pelaku, karena dinilai dapat memberikan efek jera. Hal tersebut yang membuat rutan dan lapas menjadi penuh.

"Hukum pidana yang dibangun cenderung mengasumsikan bahwa pemenjaraan dalam bentuk penahanan atau penjatuhan hukuman pidana dianggap sebagai sesuatu yang berguna untuk memeberi efek jera, tanpa memikirkan dampak turunan yang lebih serius ke depannya," kata Mahfud.

"Sanksi pidana masih menjadi model favorit untuk menghukum pelaku, ini pula yang menyebabkan penjara menjadi penuh, sehingga tidak bisa menampung luapan napi yang terus menerus masuk ke dalam penjara," sambungnya.

 BACA JUGA:Mengenal Komcad, Komponen yang Perkuat Pertahanan Negara

Bahkan, kata Mahfud, masalah baru bisa muncul ketika seseorang yang dihukum justru menjadikan penjara sebagai sekolah kejahatan, bukan tempat perbaikan.

"Yang bisa dimasukan pun terkadang menimbulkan problem baru sehingga anggapan bahwa penjara adalah sekolah kejahatan, karena di situ orang seharusnya diperbaiki, dimasyaratkan, tapi malah jadi penjahat baru dan belajar ke penjahat lain," katanya.

Follow Berita Okezone di Google News

Untuk itu Mahfud menjelaskan bahwa keadilan restoratif perlu diterapkan sebagai salah satu jalan keluar menguraikan masalah. Terutama soal kebijakan hukum pidana yang belum optimal.

"Itu skrg masih sering muncul, itu sebabnya kita perlu restorative justice. Nah untuk mengurai tidak cukup, hanya membangun pembangunan lapas, kita bangun lagi, tapi diperlukan penyelesaian dari hulu dengan mengubah paradigma pokitik hukum negara," katanya.

"Keadilan restoratif dalam sistem peradilan pidana di Indonesia diharapkan menjadi salah satu jalan keluar untuk mengurai problem dari kebijakan hukum pidana yang selama ini belum optimal," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini