Share

KPK Geledah Ruang Hakim hingga Sekretaris MA

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 01 November 2022 12:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 01 337 2698591 kpk-geledah-ruang-hakim-hingga-sekretaris-ma-A5IDvkGT0v.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah ruangan di Gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta Pusat, hari ini. Penggeledahan dilakukan untuk mencari bukti tambahan terkait kasus dugaan suap pengurusan perkara.

Adapun, ruangan yang digeledah di antaranya, ruangan Hakim serta ruangan Sekretaris MA. Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri mengamini adanya upaya penggeledahan di sejumlah ruangan Gedung MA, Jakarta Pusat, tersebut.

 (Baca juga: KPK Periksa Sekretaris MA di Kasus Suap Pengurusan Perkara)

"Benar (penggeledahan), dalam rangka pengumpulan dan melengkapi alat bukti penyidikan," kata Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (1/11/2022).

Belum diketahui apa saja yang diamankan tim penyidik dari penggeledahan di Gedung MA tersebut. Sebab, kata Ali, penggeledahan masih berlangsung. Ali akan menginformasikan kembali setelah penggeledahan rampung.

"Sejauh ini masih berlangsung. Akan kami sampaikan perkembangannya setelah seluruh kegiatan selesai," terangnya.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan 10 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA). 10 orang tersebut yakni, Hakim nonaktif Mahkamah Agung, Sudrajad Dimyati (SD); Hakim Yustisial sekaligus Panitera Pengganti MA, Elly Tri Pangestu (ETP).

Kemudian, empat PNS MA, Desy Yustria (DY), Muhajir Habibie (MH), Nurmanto Akmal (NA), dan Albasri (AB). Selanjutnya, dua Pengacara Theodorus Yosep Parera (TYP) dan Eko Suparno (ES). Terakhir, dua Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana, Heryanto Tanaka (HT) dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS).

Dalam kasus ini, Sudrajad, Elly, Desy Yustria, Muhajir Habibie, Nurmanto Akmal, dan Albasri diduga telah menerima sejumlah uang dari Heryanto Tanaka serta Ivan Dwi Kusuma Sujanto. Uang itu diserahkan Heryanto dan Ivan melalui Pengacaranya, Yosep dan Eko Suparno.

Sejumlah uang tersebut diduga terkait pengurusan upaya kasasi di MA atas putusan pailit Koperasi Simpan Pinjam Intidana. Adapun, total uang tunai yang diserahkan oleh Yosep Parera dan Eko Suparno terkait pengurusan perkara tersebut yakni sekira 202 ribu dolar Singapura atau setara Rp2,2 miliar.

Follow Berita Okezone di Google News

Uang tersebut kemudian dibagi-bagi kepada hakim serta pegawai MA. Rinciannya, Desy Yustria mendapatkan jatah sebesar Rp250 juta; Muhajir Habibie sebesar Rp850 juta; Elly Tri Pangestu sebesar Rp100 juta; dan Sudrajad Dimyati sebesar Rp800 juta.

Sebagai pemberi suap, Heryanto, Yosep, Eko, dan Ivan Dwi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 atau Pasal 6 huruf a Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan Sudrajad, Desy, Elly, Muhajir, Nurmanto Akmal, dan Albasri yang merupakan pihak penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau b Jo Pasal 11 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini