Share

5 Kasus Pembunuhan di Indonesia yang Belum Terpecahkan dan Jadi Misteri hingga Sekarang

Ajeng Wirachmi, Litbang Okezone · Senin 31 Oktober 2022 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 31 337 2697959 5-kasus-pembunuhan-di-indonesia-yang-belum-terpecahkan-dan-jadi-misteri-hingga-sekarang-k637qkcSoO.jpg Kasus pembunuhan yang belum terpecahkan/Ilustrasi okezone

KASUS pembunuhan di Indonesia yang belum terpecahkan hingga saat ini masih banyak. Padahal, sudah banyak saksi mata yang diperiksa guna membantu mengungkap kejadian sebenarnya. Berikut adalah 5 kasus pembunuhan di Indonesia yang belum terpecahkan yang dilansir beragam sumber, Senin (31/10/2022).

(Baca juga: 5 Kasus Pembunuhan Sadis di Luar Negeri, Nomor 1 Korbannya Juga Dimakan)

1. Pembunuhan Marsinah

Marsinah merupakan seorang aktivis buruh kelahiran 10 April 1969. Ia tewas dengan kondisi mengenaskan pada Mei 1993 ketika bekerja di PT Catur Putra Surya (CPS) Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Sebelum ditemukan tewas, Marsinah diketahui terlebih dahulu mengalami penyiksaan. Dirinya terlihat berada di markas militer daerah.

Melansir buku bertajuk ‘Jalan Panjang Menuju Demokrasi’, tubuh Marsinah yang sudah tidak bernyawa berada di Nganjuk, Jawa Timur dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Kemaluannya rusak akibat serangan benda tumpul dan banyak luka lain di tubuhnya. Banyak pihak menduga, kematian Marsinah terjadi akibat kegiatannya yang menjadi aktivis dan memimpin pemogokan kerja di pabriknya. Hingga detik ini, tidak ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dan diseret ke meja hijau. Marsinah pun terus dikenang sebagai perempuan muda yang sangat berani menuntut perbaikan upah buruh. Kasusnya bahkan menjadi simbol masih rendahnya perlindungan HAM di Tanah Air.

2. Kasus Pembunuhan di Subang

Kasus pembunuhan lain di Indonesia yang sampai hari ini belum menemui titik terang adalah tewasnya ibu dan anak di Subang, Jawa Barat pada 18 Agustus 2021. Kedua korban diketahui bernama Tuti Suhartini dan putrinya, Amalia Mustika Ratu atau yang biasa disapa Amel. Jasad Tuti dan anaknya ditemukan dalam kondisi tak berbusana oleh sang suami, Yosef, di sebuah mobil mewah yang terparkir di rumahnya.

Polisi langsung melakukan penyelidikan mendalam dan memeriksa lebih dari 100 saksi. Meskipun begitu, belum ada titik terang terkait pelaku dan motif pembunuhan sadis itu. Polisi menyebut, kasus pembunuhan ini bukanlah perampokan karena tidak ada barang berharga milik korban yang hilang.

Follow Berita Okezone di Google News

3. Pembunuhan Mahasiswa UI

Akseyna Ahad Dori atau Ace adalah seorang mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang ditemukan tewas mengambang pada 26 Maret 2015 di Danau Kenanga di UI. Saat ditemukan, Akseyna menggunakan tas yang diisi batu sebagai pemberat. Diduga, hal itu dilakukan agar jasad tidak mengambang.

Sampai hari ini, kasus kematian Akseyna belum menemui titik terang alias jalan di tempat. Pelaku pembunuhan juga tidak ketahui.

Setelah jasad mahasiswa Fakultas MIPA UI itu ditemukan, polisi langsung melakukan penyelidikan dan memeriksa beberapa saksi. Ketika melakukan pemeriksaan, polisi mendapati adanya beberapa saksi yang tidak konsisten dalam menjawab pertanyaan.

Keterangan yang diberikan juga cenderung berubah-ubah. Ayah Ace, Marsekal Pertama TNI Mardoto, mengaku bahwa dirinya tidak menerima perkembangan kasus tewasnya sang anak, 7 tahun lalu.

4. Kasus Pembunuhan Shella

Selanjutnya, ada kasus pembunuhan seorang waria (wanita pria) di Cipayung, Jakarta Timur pada November 2015. Korban diketahui bernama Safrizal atau Shella yang berusia 27 tahun. Sehari-hari, Shella bekerja di sebuah salon di Pasar Rebo.

Saat ditemukan, Shella mengalami luka tusuk di bagian paha kiri dan rusuk kirinya. Warga setempat juga sempat mendengar teriakan korban, sesaat sebelum ditusuk.

Dugaan polisi, Shella bukanlah korban begal sebab sepeda motor yang ia kendarai tidak raib. Jasad Shella dibawa ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur untuk divisum.

Polisi mengamankan beberapa barang bukti, seperti motor korban, tas hitam berisi uang tunai Rp29 ribu dan tisu, serta 1 unit gawai berupa tablet. Setelah kejadian itu, polisi memeriksa 15 saksi dan belum menemukan pelakunya hingga saat ini.

5. Kasus Mutilasi di Setiabudi

Kasus mutilasi Setiabudi 13 merupakan kasus pembunuhan besar yang terjadi pada 23 November 1981. Sat itu, jasad seorang pria ditemukan di trotoar yang berada di jalan Jenderal Sudirman, Setiabudi, Jakarta Selatan dengan kondisi sudah terpotong-potong alias dimutilasi.

Temuan potongan tubuh korban yang dimasukkan dalam dua karton berbeda sangat menggegerkan warga sekitar. Berbagai sumber menyebut, diduga bagian tubuh korban dipotong dengan menggunakan gergaji besi. Saat diautopsi, ditemukan bekas gesekan kecil di tulang korban. Sampai kini, tidak diketahui siapa pelaku mutilasi tersebut.

1
4

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini