Share

2 Terdakwa Korupsi e-KTP Jalani Sidang Putusan Hari Ini

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 31 Oktober 2022 08:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 31 337 2697652 2-terdakwa-korupsi-e-ktp-jalani-sidang-putusan-hari-ini-5tKNY0bRhM.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Sebanyak dua terdakwa korupsi proyek pengadaan e-KTP menjalani sidang putusan hari ini, Senin (31/10/2022). Keduanya yakni, mantan Dirut Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI), Isnu Edhi Wijaya dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Badan Pengkajian dan Penerapan Tekhnologi (BPPT), Husni Fahmi.

Merujuk Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakpus, sidang untuk terdakwa Isnu Edhi Wijaya dan Husni Fahmi bakal digelar sekira pukul 10.00 WIB di ruang Kusuma Admadja 3.

"Agenda untuk putusan" demikian jadwal sidang Isnu Edhi Wijaya dan Husni Fahmi dikutip dari laman SIPP PN Jakpus, Senin (31/10/2022).

Sebelumnya, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut lima tahun penjara terhadap Isnu Edhi Wijaya dan Husni Fahmi. Keduanya juga dituntut untuk membayar denda Rp300 juta subsidair enam bulan kurungan.

Jaksa meyakini keduanya bersalah atas perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP. Keduanya diyakini turut merugikan keuangan negara Rp2,3 triliun akibat proyek pengadaan e-KTP.

Perbuatannya itu dilakukan bersama-sama dengan sejumlah pihak lainnya yakni, Andi Agustinus alias Andi Narogong; Dirut PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo; Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Irman.

Follow Berita Okezone di Google News

Kemudian, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Sugiharto; Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos; Sekretaris Jenderal Kemendagri, Diah Anggraeni; serta Ketua Panitia Pengadaan Barang atau Jasa di lingkungan Ditjen Dukcapil Kemendagri, Drajat Wisnu Setyawan.

Isnu Edhi Wijaya dan Husni Fahmi diyakini telah memperkaya diri sendiri dan orang lain dalam proyek pengadaan e-KTP. Jaksa menyebut Husni Fahmi diperkaya sebesar 20 ribu dolar AS dari proyek e-KTP ini. Tak hanya Husni Fahmi, sejumlah pihak lainnya juga diperkaya dari proyek ini.

Adapun, mereka yang turut diperkaya dari proyek e-KTP yakni, Andi Narogong; Setya Novanto; Irman; Sugiharto; Diah Anggraeni; Drajat Wisnu Setyawan; Wahyudin Bagenda; dan Johanes Marliem. Isnu Edhi dan Husni Fahmi juga turut memperkaya PT PNRI dan perusahaan anggota konsorsium PNRI lainnya.

Atas perbuatannya, Isnu Edhi Wijaya dan Husni Fahmi diyakini telah melanggar Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini