Share

Soal Pandemi Covid-19, Wapres: Pemerintah Belum Menyatakan Endemi!

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 31 Oktober 2022 07:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 31 337 2697624 soal-pandemi-covid-19-wapres-pemerintah-belum-menyatakan-endemi-1jMYzbljmd.png Wapres KH Ma'ruf Amin (Foto : Istimewa)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menegaskan pemerintah belum menyatakan Covid-19 dari pandemi sebagai endemi. Apalagi, badan kesehatan dunia atau WHO juga menegaskan jika pandemi Covid-19 masih ada.

“Pemerintah belum menghentikan (status pandemi), belum menyatakan sebagai endemi. Masih kita akan kita masih terus kita uji, kita nunggu juga dari WHO. Dan ada rencana nanti untuk di vaksin Booster yang kedua dulu, rencananya itu,” ungkap Wapres dikutip dari keterangannya di wapres.go.id, Senin (31/10/2022).

Meskipun, kata Wapres, saat ini secara keseluruhan penanganan Covid-19 di Indonesia dibandingkan dengan negara lain cukup baik. “Kan secara keseluruhan Covid sudah terkendali. Artinya pengaruh Covid tentu ada tetapi dibanding dengan negara lain kita masih cukup baik, ekonominya juga, kemudian korban-korbannya juga,” katanya.

Wapres pun mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu. “Tapi masyarakat tetap tidak boleh mengurangi aktivitas, tetapi tetap waspada dan tetap pakai masker, jangan sampai tidak memakai masker,” tuturnya.

Selain itu, Wapres mengatakan meskipun pandemi Covid-19 masih ada namun ekonomi harus terus berjalan. “Untuk dunia usaha, Saya kira bisa terus berjalan ekonomi kita terus baik. Kan kita pertumbuhan ekonomi kita kan termasuk yang terbaik 5%, kemudian inflasi termasuk yang terbaik juga,” ujar Wapres.

Wapres juga menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan strategi menghadapi potensi resesi di tahun 2023 mendatang. “Justru itu kita sudah menyiapkan diri untuk membangun dan menyiapkan kita ketahanan pangan daerah-daerah masing-masing daerah," kata dia.

Follow Berita Okezone di Google News

"Misalnya Yogyakarta menyiapkan sekian ribu hektar, itu diamankan dan terus tidak boleh hilang, harus ditanami dengan bibit yang unggul dan ternyata itu surplus, semua itu harus didorong ke sana,” imbuhnya.

Kemudian, kata Wapres, jika di satu daerah terjadi kelangkaan komoditas, maka harus didatangkan segera dari daerah lain untuk menjaga stabilitas harga barang pokok. “Kalau ada daerah yang kurang ada komoditi yang tidak ada dia ngambil dari daerah lain, ongkosnya ditanggung oleh pemerintah, sehingga harganya tidak naik, dan stabil,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini