Share

Bacakan Eksepsi, Terdakwa Obstruction of Justice Arif Rachman Arifin Minta Dibebaskan

Ari Sandita Murti, MNC Portal · Jum'at 28 Oktober 2022 11:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 28 337 2696200 bacakan-eksepsi-terdakwa-obstruction-of-justice-arif-rachman-arifin-minta-dibebaskan-kVI0k85Mzx.jpg

JAKARTA - Tim kuasa hukum terdakwa AKBP Arif Rachman Arifin meminta Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) membebaskan kliennya dari segala tuduhan kasus dugaan Obstruction of Justice atas kematian Brigadir J saat membacakan eksepsi atau nota keberatannya itu pada Jumat (28/10/2022).

"Membebaskan Terdakwa Arif Rachman Arifin dari segala Dakwaan Penuntut Umum. Melepaskan Terdakwa Arif Rachman Arifin dari tahanan," ujar pengacara Arif, Junaidi Saibih di persidangan saat membacakan eksepsi kliennya, Jumat (28/10/2022).

Dalam eksepsinya, pengacara meminta majelis hakim memulihkan kliennya dalam harkat dan martabatnya dan membebankan biaya perkara kepada Negara. Apabila Majelis Hakim berpandangan lain, tim pengacara juga memohon agar Majelis Hakim memberikan putusan yang seadil-adilnya.

Sebelumnya, pengacara Arif juga dalam petitum eksepsinya tersebut memohon agar Majelis Hakim berkenan menjatuhkan putusannya dengan menerima dan mengabulkan Nota Keberatan atas nama Arif Rachman Arifin. Menyatakan Surat Dakwaan Penuntut Umum batal demi hukum atau setidak- tidaknya tidak dapat diterima.

Follow Berita Okezone di Google News

Lalu, kata pengacara, menyatakan Surat Dakwaan Penuntut Umum batal demi hukum atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima karena penyidikan dalam proses penuntutan terdakwa Arif Rachman Arifin dilakukan secara tidak sah.

"Menyatakan Surat Dakwaan Penuntut Umum batal demi hukum atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima dan Menyatakan Surat Dakwaan prematur untuk diajukan karena tindakan yang dilakukan oleh terdakwa Arif Rachman Arifin masih dalam ruang lingkup administrasi negara sehingga harus dilakukan pemeriksaan dan penyelesaian di ruang lingkup administrasi terlebih dahulu," kata pengacara.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini