Share

Presidensi G20, Indonesia Jaga Konektivitas Global

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 19 Oktober 2022 22:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 19 337 2690612 presidensi-g20-indonesia-jaga-konektivitas-global-shGIYg3hdV.jpg Ilustrasi G20 (Foto: Setkab)

JAKARTA - Pembentukan G20 pada 1999 lalu bertujuan untuk mendiskusikan sejumlah kebijakan guna mewujudkan stabilitas keuangan internasional.

G20 dibentuk sebagai salah satu upaya menemukan solusi atas kondisi ekonomi global yang dilanda krisis keuangan pada 1997-1999 dengan melibatkan negara-negara berpendapatan menengah dan memiliki pengaruh ekonomi secara sistemik, termasuk Indonesia.

Sejumlah isu akan dibahas dalam G20 yang akan berlangsung di Bali tersebut di antaranya penguatan arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digitalisasi, serta transisi energi yang adil dan terjangkau.

Presidensi G20 Indonesia berkomitmen menetapkan arah strategis dalam memastikan solusi bagi berbagai tantangan global, salah satunya terkait penjaminan ketersediaan konektivitas dan rantai pasok global yang akan berdampak pada peningkatan perekonomian nasional berkelanjutan.

Baca juga: Ancaman Resesi, Sri Mulyani Langsung Wanti-Wanti Krisis Utang

“Sebagai forum ekonomi global utama, G20 di bawah Presidensi Indonesia juga akan terus berupaya mendorong semua pihak untuk berkolaborasi dalam mengatasi berbagai masalah ekonomi dan keuangan saat ini serta memastikan capaian global SDGs 2030 tetap on track dan no one left behind," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dilansir Antara, Rabu (19/10/2022).

Baca juga: Menparekraf All Out Siap Glorifikasi Event KTT G20, 50.000 Wisman Bakal Datang ke Indonesia

Pemerintah berupaya menjaga konektivitas global seperti logistik dengan rantai pasok yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur proyek strategis nasional yang menjamin ketahanan rantai pasok, mengembangkan KEK untuk meningkatkan konektivitas antar pemangku kepentingan logistik, dan mengembangkan sistem terintegrasi melalui National Logistics Ecosystem (NLE).

Selain itu mendorong peningkatan logistik e-commerce dan inisiatif startup untuk berkolaborasi dalam logistik marketplace.

"Melalui implementasi berbagai kebijakan tersebut, kinerja perekonomian nasional saat ini kian menunjukkan penguatan yang terlihat dari tumbuhnya ekonomi sebesar 5,44 persen dibarengi dengan tingkat inflasi yang relatif moderat, serta neraca perdagangan yang terus menunjukkan kondisi surplus," imbuhnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Presidensi G20 di tengah pandemi membuktikan persepsi yang baik atas resiliensi ekonomi Indonesia terhadap krisis.

Hal ini merupakan bentuk pengakuan atas status Indonesia sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia, yang juga dapat merepresentasikan negara berkembang lainnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengoptimalikan pelaksanaan strategi komunikasi publik mengenai Presidensi G20 Indonesia.

Menkominfo Johnny G. Plate menyatakan hal itu ditargetkan untuk menyebarluaskan informasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di level global. “Kominfo bekerja sama dengan media asing,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan KTT G20 sebagai puncak rangkaian Presidensi G20 Indonesia, Kementerian Kominfo membagi peliputan oleh media partner dalam dua kegiatan.

“Terkait Pengenalan dan Diskusi Dengan tim Jubir Presidensi G20 telah dilaksanakan berbagai kegiatan dengan topik pembahasan mengenai kebudayaan untuk Bumi Lestari, Perempuan Berdaya Untuk Pemulihan Bersama, Pendidikan Berkualitas Hadapi Dunia Kerja Pascapandemi. Lalu, adapula sebaran konten di Youtube sebanyak 2 kali mengenai Krisis Iklim, dan Tantangan Perempuan di Dunia Kerja,” paparnya.

Kominfo kembali melakukan terobosan dengan menyiarkan informasi G20 kepada publik dengan meluncurkan G20pedia.

Peluncuran buku elektronik (e-book) berisi informasi dan tanya-jawab seputar G20 ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Group of Twenty atau G20, khususnya Presidensi G20 Indonesia tahun 2022.

G20 adalah forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU). G20 merepresentasikan lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia. Anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini