Share

KPK Perpanjang Masa Penahanan Rektor Unila Dkk Selama 30 Hari

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 19 Oktober 2022 11:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 19 337 2690077 kpk-perpanjang-masa-penahanan-rektor-unila-dkk-selama-30-hari-vcX9hGqwA8.jpg KPK memperpanjang masa penahanan rektor Unila selama 30 hari. (Ilustrasi/Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Rektor Universitas Lampung (Unila), Karomani selama 30 hari. Karomani merupakan tersangka penerima suap terkait penerimaan mahasiswa baru (maba) di Unila tahun 2022.

Selain itu, KPK memperpanjang masa tahanan 2 tersangka lainnya, yaitu Wakil Rektor (Warek) 1 Bidang Akademik Unila, Heryandi (HY) dan Ketua Senat Unila, M Basri (MB). KPK masih butuh waktu untuk melengkapi berkas perkara ketiga tersangka tersebut.

"Karena proses pengumpulan alat bukti masih terus berlanjut oleh tim penyidik, maka perpanjangan penahanan tersangka KRM kembali dilakukan untuk 30 hari ke depan," kata Plt Juru Bicara KPK, Ipi Maryati Kuding melalui pesan singkatnya, Rabu (19/10/2022).

Karomani dan 2 tersangka lainnya tersebut diperpanjang masa tahanannya selama 30 hari ke depan. Ipi menjelaskan, perpanjangan masa tahanan ini berdasarkan penetapan dari Ketua Pengadilan Tipikor pada PN Tanjung Karang, Lampung.

Saat ini, Karomani masih ditahan di Rutan KPK pada Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan. Sementara Heryandi dan M Basri ditahan di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur, Jakarta.

"Diperpanjang terhitung 19 Oktober 2022 sampai 17 November 2022," tuturnya.

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan empat tersangka kasus dugaan suap terkait penerimaan calon mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila) tahun 2022. Keempat tersangka tersebut adalah Rektor Unila, Karomani (KRM).

Selanjutnya, Wakil Rektor (Warek) 1 Bidang Akademik Unila, Heryandi (HY); Ketua Senat Unila, M Basri (MB); serta pihak swasta, Andi Desfiandi (AD). Karomani, Heryandi, dan Basri ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Sementara Andi Desfiandi tersangka pemberi suap.

Saat ini, KPK baru merampungkan berkas penyidikan untuk tersangka Andi Desfiandi. Andi Desfiandi akan segera disidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Tanjung Karang Lampung.

Dalam perkara ini, Karomani diduga mematok atau memasang tarif Rp100 juta hingga Rp350 juta bagi para orang tua yang menginginkan anaknya masuk di Unila. Karomani diduga telah berhasil mengumpulkan Rp5 miliar dari tarif yang ditentukan tersebut.

Adapun, uang dugaan suap itu diterima Karomani melalui sejumlah pihak perantara, di antaranya, Heryandi dan M Basri. Salah satu pihak swasta yang menyuap Karomani yakni, Andi Desfiandi.

Follow Berita Okezone di Google News

Atas perbuatannya, Andi selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001.

Sedangkan Karomani, Heryandi, dan M Basri, selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 199 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini