Share

Bencana Meningkat, BNPB Minta Seluruh Daerah Siaga Satu

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 17 Oktober 2022 18:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 17 337 2688952 bencana-meningkat-bnpb-minta-seluruh-daerah-siaga-satu-ZgJ30JKVl0.jpg Illustrasi (foto: freepick)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat peningkatan kejadian bencana dalam sepekan terakhir. Tercatat terjadi 76 kejadian bencana terdiri dari 36 kejadian banjir, 23 cuaca ekstrem, dan 17 kejadian tanah longsor.

Oleh karena itu, BNPB meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah baik di provinsi, kabupaten, kota untuk siaga satu.

“Ini menjadi evaluasi penting kita sehingga kita menghimbau BPBD Provinsi Kabupaten Kota untuk siaga satu,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari saat konferensi pers secara virtual, Senin (17/9/2022).

 BACA JUGA: Selama Sepekan, BNPB Catat 76 Kejadian Bencana hingga 13 Orang Meninggal Dunia

Mengingat, dari 76 kejadian bencana tersebut sebanyak 13 orang meninggal dunia. Bahkan jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan pekan sebelumnya dari 70 kejadian bencana hanya 10 orang meninggal dunia.

“Diantara 76 kejadian bencana ini, kita berduka ada 13 saudara kita yang meninggal dunia. Ini lebih tinggi dari minggu sebelumnya. Ini coba kita sampaikan kepada rekan-rekan di daerah, BPBD daerah di minggu lalu tanggal 3 sampai 9 Oktober kita mencatat ada 10 korban jiwa. Akan tetapi minggu ini masih ada 13 saudara kita yang menjadi korban. Ini kita harapkan mungkin di minggu depan, minggu ini tidak terjadi lagi,” papar Aam sapaan akrabnya.

 BACA JUGA:Wapres Minta Seluruh Pemangku Kepentingan Kerja Sama Hadapi Potensi Bencana

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara itu, Aam melaporkan kejadian bencana tersebut tersebar dari Sumatera hingga Papua. “Jadi kalau kita lihat mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara dan Papua Barat, apa yang diprediksi oleh BMKG bahwa cuaca ekstrem berpengaruh hampir di seluruh Indonesia benar-benar tercermin dari kejadian bencana hidrometeorologi basah, ada 36 kejadian banjir, 23 cuaca ekstrem, cuaca ekstrem ini angin puting beliung, angin kencang dan lain-lain, dan 17 kali tanah longsor.”

“Memang kalau untuk banjir kita melihat ada beberapa kali banjir bandang dengan arus yang cukup deras, yang juga mengancam karena intensitas hujan yang cukup tinggi,” paparnya.

Aam mengatakan dari 76 kejadian bencana tersebut sebanyak 70.895 orang terdampak.

“Jadi ini kira-kira gambaran kita dalam seminggu terjadi di 21 provinsi, 56 kabupaten kota, korban terdampak nya 70.895 warga, ini berkurang dari minggu lalu ada sekitar 150.000 warga terdampak. Tetapi sayang sekali kita belum bisa mengurangi korban jiwa meninggal, ini menjadi perhatian kita untuk minggu ini,” pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini