Share

Tragedi Kanjuruhan, Pemerintah dan FIFA Akan Bentuk Tim Transformasi Sepak Bola Indonesia

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Jum'at 07 Oktober 2022 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 337 2682956 tragedi-kanjuruhan-pemerintah-dan-fifa-akan-bentuk-tim-transformasi-sepak-bola-indonesia-isWNsUEJpt.jpg Presiden Jokowi. (Foto: BPMI)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa Pemerintah Indonesia bersama-sama dengan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) akan membentuk Tim Transformasi Sepak Bola Indonesia. 

Hal tersebut merupakan salah satu poin dalam surat dari FIFA yang diterima oleh Presiden Jokowi sebagai tindak lanjut pembicaraan per telepon Presiden Jokowi dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, pada 3 Oktober 2022 lalu.

"FIFA bersama-sama dengan pemerintah akan membentuk tim transformasi sepak bola Indonesia dan FIFA akan berkantor di Indonesia selama proses-proses tersebut," kata Jokowi dalam pernyataan pers yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (7/10/2022).

Tidak hanya itu, Jokowi juga bersyukur FIFA tidak menghukum sepak bola Indonesia akibat tragedi Kanjuruhan beberapa waktu lalu.

Baca juga: Presiden Jokowi: Alhamdulillah Sepak Bola Indonesia Tidak Disanksi FIFA!

"Berdasarkan surat tersebut, alhamdulillah sepak bola Indonesia tidak dikenakan sanksi oleh FIFA," kata Jokowi.

Jokowi menyebutkan bahwa nantinya Presiden FIFA, Gianni Infantino, juga akan berkunjung ke Indonesia dalam waktu dekat. 

"Nanti, Presiden FIFA akan datang ke Indonesia pada Oktober atau November untuk berdiskusi dengan pemerintah," ungkapnya.

Dalam surat yang dikirimkan FIFA itu, juga akan dilakukan langkah-langkah kolaborasi antara FIFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan pemerintah Indonesia antara lain untuk:

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(1) membangun standar keamanan stadion di seluruh stadion yang ada di Indonesia;

(2) memformulasikan standar protokol dan prosedur pengamanan yang dilakukan oleh pihak kepolisian berdasarkan standar keamanan internasional;

(3) melakukan sosialisasi dan diskusi dengan klub-klub bola di Indonesia, termasuk perwakilan suporter untuk mendapatkan saran dan masukan serta komitmen bersama; 

(4) mengatur jadwal pertandingan yang memperhitungkan potensi-potensi risiko yang ada; serta 

(5) menghadirkan pendampingan dari para ahli di bidangnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini