Share

Temuan Tim Pencari Fakta Tragedi Kanjuruhan : Pintu Stadion Terkunci!

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 07 Oktober 2022 21:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 337 2682945 temuan-tim-pencari-fakta-tragedi-kanjuruhan-pintu-stadion-terkunci-RlcJfGTO2l.jpg Pintu Stadion Kanjuruhan (Foto : MPI)

MALANG - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TIGPF) menemukan fakta pintu Stadion Kanjuruhan Malang terkunci saat pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya selesai.

Hal tersebut diungkapkan setelah anggota TIGPF Letjen TNI (Purn) Doni Monardo melakukan peninjauan lapangan di lokasi.

Sesuai temuannya saat melihat kondisi stadion dan memintai keterangan beberapa orang, Doni Monardo menyebut, pintu 12 dan 13 memang terkunci. Tetapi dirinya masih belum memastikan kembali, pasalnya masih akan mengumpulkan data-data pendukung lainnya.

"Akan segera mengundang pihak yang berada dan bertanggungjawab untuk mengamankan pintu-pintu tersebut. Kami hanya melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pintu yang ada tapi hari ini," terangnya.

Ke depan, mantan Kepala BNPB ini mengaku bakal memanggil sejumlah orang yang bertanggungjawab, termasuk panitia pelaksana pertandingan, penjaga pintu, hingga aparat kepolisian dan TNI.

"Masih belum banyak bisa dibantu oleh petugas yang bertugas di hari kejadian. Jadi kayaknya masih perlu waktu untuk mengumpulkan semua anggota panitia yang terlibat dalam pengamanan pintu," ungkapnya.

"Karena soal itu menjadi poin paling krusial, mana pintu yang dibuka, mana yang tertutup. Apa sebab terbuka tertutup, karena dari penjelasan Kadispora, SOP-nya 15 menit sebelum laga berakhir seluruh pintu itu harus dibuka, tapi faktanya ada sejumlah pintu yang tertutup," tambahnya.

Di sisi lain Kadispora Kabupaten Malang Nazaruddin Hasan mengatakan, bukti rekaman kamera CCTV itu sat ini tengah dibawa pihak kepolisian. Tapi ia memastikan kondisi kamera CCTV sejumlah 32 unit, berfungsi saat peristiwa terjadi.

"Insya Allah berfungsi karena kita punya 32 titik di Stadion Kanjuruhan, CCTV di stadion ini masih dalam barang bukti untuk penyidikan nanti kita tunggu hasilnya dari Polres gimana, kalau itu nanti sudah ke Dispora bisa kita amankan. Sementara ini untuk barang bukti," pungkasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sebelumnya diberitakan, kerusuhan pecah setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Pertandingan sendiri dimenangkan tim tamu Persebaya dengan skor 2 - 3. Para suporter merangsak masuk ke lapangan dan menyerbu pemain. Banyak orang meninggal dunia karena tembakan gas air mata ke tribun, hingga membuat panik ribuan suporter dan terjadilah desak-desakan

Akibat kejadian hingga Jumat pagi pukul 06.00 WIB,ada 131 orang dikonfirmasi meninggal dunia dan 524 orang luka-luka. Para korban ini tersebar di 24 rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Para korban mayoritas berdesakan meninggalkan stadion karena semprotan gas air mata polisi ke arah tribun penonton. Akibat para penonton mengalami sesak napas dan terjadi penumpukan hingga insiden terinjak-injak di pintu keluar stadion.

Pasca kejadian ini, tim investigasi bentukan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit menetapkan enam tersangka, yakni Direktur Utama (Dirut) PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penanggungjawab kompetisi, Ketua Panpel Arema Abdul Harris, Sekuriti Officer Suko Sutrisno.

Sedangkan tiga tersangka lain yakni Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidiq Achmadi, dan Komandan Kompi (Danki) 3 Brimob Polda Jawa Timur AKP Hasdarmawan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini