Share

DPR Bilang Kinerja Polri Maksimal Usai Ferdy Sambo Cs Dilimpah ke Kejaksaan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 07 Oktober 2022 21:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 337 2682940 dpr-bilang-kinerja-polri-maksimal-usai-ferdy-sambo-cs-dilimpah-ke-kejaksaan-4qPDLLE59t.jpg Ferdy Sambo (Foto : Tangkapan layar)

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra, Habiburokhman mengakui kinerja Polri terkait penyidikan kasus pembunuhan berencana Brigadir J sudah maksimal. Hal itu diakui setelah Polri melimpahkan Ferdy Sambo Cs ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Dengan lengkap dan dilimpahkannya perkara berarti tugas (kerja) Polri melakukan penyidikan sudah selesai dan sudah maksimal," kata Habiburokhman kepada awak media, Jumat (7/10/2022).

Politikus Partai Gerindra tersebut meyakini Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang bakal bertindak profesional terhadap perkera Ferdy Sambo Cs di pengadilan. Ia percaya bahwa para jaksa memiliki integritas saat menyidangkan kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

"Saya yakin para JPU akan bekerja profesional dan penuh integritas," ujarnya.

"Di sisi lain kita juga wajib menghormati hak sambo dkk untuk melakukan pembelaan diri sebagaimana diatur dalam KUHAP," kata Habib menambahkan.

Diketahui sebelumnya, seluruh barang bukti beserta tersangka pembunuhan berencana dan obstruction of justice di kasus Brigadir J telah diserahkan penyidik Bareskrim Polri ke Kejagung pada Rabu, 5 Oktober 2022.

Adapun, tersangka pembunuhan berencana Brigadir J yang dilimpahkan ke Kejagung yakni, mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo; Richard Eliezer alias Bharada E; Ricky Rizal; Kuat Ma'ruf; dan Putri Candrawathi.

Kelima tersangka itu diduga melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 56 ke-1 KUHP.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sementara untuk kasus obstruction of justice, total ada tujuh tersangka yang diserahkan penyidik Bareskrim Polri. Ketujuh tersangka itu merupakan Ferdy Sambo, Baiquni Wibowo Chuck Putranto Arif Rahman Arifin, Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Irfan Widyanto.

Para tersangka itu diduga melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 dan/atau Pasal 48 ayat 1 jo Pasal 32 ayat (1) Nomor 19 Tahun 2016 UU ITE. Selain itu, mereka juga dijerat Pasal 55 ayat (1) dan/atau Pasal 221 ayat (1) ke-2 dan/atau Pasal 233 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini