Share

Buntut Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD: TGIPF Bakal Gali Penyakit-Penyakit PSSI

Riana Rizkia, MNC Portal · Jum'at 07 Oktober 2022 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 337 2682686 buntut-tragedi-kanjuruhan-mahfud-md-tgipf-bakal-gali-penyakit-penyakit-pssi-VTiycCKjPC.jpg Menko Polhukam, Mahfud MD (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengatakan, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan bakal menggali lebih jauh soal penyakit PSSI yang dinilainya terus berulang.

Setelah itu, kata Mahfud, pihaknya akan memberikan rekomendasi jangka panjang terkait PSSI kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Tim ini akan menggali lebih jauh penyakit-penyakit PSSI, yang selama ini selalu terulang, nanti akan digali oleh tim ini untuk disampaikan sebagai rekomendasi yang lebih bersifat jangka panjang," kata Mahfud MD di Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (7/10/2022).

 BACA JUGA:20 Polisi Langgar Etik Tragedi Kanjuruhan: 6 dari Polres Malang, 14 Brimob

Adapun rekomendasi jangka panjang tersebut, kata Mahfud, yakni berkaitan dengan latar belakang, budaya, hingga regulasi PSSI. Mahfud mengatakan, laporan rekomendasi akan diselesaikan oleh TGIPF dan langsung disampaikan ke presiden.

"Yang jangka panjang yang menyangkut latar belakang, budaya, regulasi, dan sebagainya ini tim yang akan menyelesaikan (laporan rekomendasi, dan menyampaikan) kepada Presiden," ungkapnya.

 BACA JUGA:20 Polisi Diduga Melanggar Etik, Polri Tegaskan Komitmen Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

"Sehingga sebagian laporan tim itu sudah merupakan langkah-langkah lanjut yang dilakukan oleh Polri," sambungnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Lalu, untuk rekomendasi jangka pendek, kata Mahfud, sudah jelas terlihat yakni penetapan enam tersangka pada tragedi Kanjuruhan yang menewaskan hingga 131 orang.

"Yang jangka pendek sebenarnya sudah ada jawabannya, ya itu tadi, penetapan tersangka, pemecatan, kemudian perintah renovasi stadion di seluruh Indonesia kepada PUPR. Itu yang jangka pendek," kata Mahfud.

Sebelumnya Mahfud menilai, meskipun PSSI sering melakukan kesalahan namun tidak mudah ditindak pemerintah karena PSSI bernaung di bawah aturan FIFA.

"Saya kira kita tahu, PSSI itu sering kali melakukan kesalahan-kesalahan sejak dulu, bukan hanya yang sekarang. Kejadian seperti ini, kerusuhan kan sudah sering terjadi, korban jiwa juga sering terjadi, dibentuk tim investigasi oleh PSSI tapi tidak ada tindak lanjutnya, tidak ada kabarnya. Nah sekarang presiden minta investigasi indepen saja," kata Mahfud MD.

"Karena gini, PSSI itu terikat kepada FIFA. Terkadang kita (pemerintah) mau melakukan tindakan di lapangan terhadap PSSI, itu oleh FIFA ga boleh, karena ada aturannya," sambungnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini