Share

3 Tokoh Pahlawan Terkenal pada Masa Kerajaan Islam Nusantara, Dari Raja Demak Hingga Banten

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Sabtu 08 Oktober 2022 06:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 337 2682631 3-tokoh-pahlawan-terkenal-pada-masa-kerajaan-islam-nusantara-dari-raja-demak-hingga-banten-xXhMPtjm4N.jpg Raden Patah. (Foto: WIkipedia)

JAKARTA - Penyebaran agama Islam di Nusantara tidak lepas dari kegiatan perdagangan antarnegara yang telah terjadi sejak zaman kerajaan. Daerah Barus Tapanuli Tengah, Sumatera Utara menjadi lokasi pertama masuknya Islam di Nusantara. 

Sejak saat itu, penyebaran Islam pun semakin meluas hingga tersebar ke seluruh penjuru Nusantara. Selain menciptakan budaya baru, lahirnya Islam di Nusantara juga melahirkan sejumlah tokoh-tokoh terkenal. Berikut adalah 3 tokoh pahlawan terkenal pada masa kerajaan Islam.

BACA JUGA: Kisah Raden Patah Taklukkan Kerajaan Tanpa Perlawanan

1. Raden Patah 

Raden Patah adalah tokoh kerajaan Islam yang menjadi pendiri dari Kesultanan Demak yang memerintah dari tahun 1500-1518. Pemimpin kelahiran Palembang pada 1455 itu memiliki nama asli Jin Bun. Nama Tionghoa tersebut dia dapatkan karena darah Tionghoa yang menurun dari sang ibu. Di bawah kekuasaannya, Islam menyebar luas di daerah Jawa.

BACA JUGA: Deretan Kerajaan Islam yang Mampu Usir Penjajah: Dari Sultan Agung hingga Hasanuddin

Melansir dari Okezone, Raden Patah merupakan satu sosok pahlawan yang ikut berjuang melawan penjajahan atas bangsa Portugis. Dalam perjuangannya, Raden Patah berusaha mengusir Portugis yang telah menduduki Selat Malaka dengan mengutus para pasukannya di bawah kepemimpinan putranya, Pati Unus.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

2.Sultan Hasanuddin

Selanjutnya ada Sultan Hasanuddin yang dikenal dengan julukan Ayam Jantan dari Timur. Sultan Hasanuddin merupakan putra dari Sultan Gowa ke-15, Sultan Malikussaid dan I Sabbe To’omo Lakuntu, yang lahir pada 12 Januari 1631 di Makassar.

Di masa pemerintahannya (1653-1669), Kerajaan Gowa-Tallo mencapai masa kejayaan. Bahkan, Sultan Hasanuddin berhasil melebarkan wilayah kekuasaannya ke berbagai daerah-daerah yang subur, seperti Soppeng, Bone, dan Wajo. Maka tidak heran jika jalur perdagangan Indonesia Timur berada di tangannya.

Hasanuddin dikenal atas perjuangannya melawan VOC Belanda yang melakukan monopoli di wilayah kekuasaannya. Atas kegigihan dan keberaniannya, Sultan Hasanuddin ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 6 November 1973.

3. Sultan Iskandar Muda 

Sultan Iskandar Muda adalah penguasa Kerajaan Aceh yang memerintah pada tahun 1607 hingga 1636. Dia merupakan putra dari pasangan Mansyur Syah dengan Paduka Syah Alam yang lahir pada 1593. Sultan Iskandar Muda telah menduduki takhta dalam usia yang sangat muda, yaitu di antara 18-19 tahun.

Di bawah kekuasaannya, Aceh berada di masa keemasan. Dia berhasil menyatukan bangsa-bangsa Melayu, mulai dari Semenanjung Malaya, Sumatera, Kalimantan, hingga Jawa Barat. Selain itu, Aceh juga menjadi salah satu pusat perdagangan dunia, di mana rempah-rempah menjadi komoditas utama. Iskandar Muda mampu menjalankan negaranya dengan adil di bawah sistem qanun (UU dan peraturan Negara). Keberhasilannya dalam membangun kekuatan Aceh menjadikan Sultan Iskandar Muda diangkat sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden No 077/TK/1993.

4. Sultan Ageng Tirtayasa 

Berikutnya adalah Sultan Ageng Tirtayasa yang merupakan Sultan Banten ke-6. Dia adalah putra dari Sultan Abdul Ma’ali Ahmad dan Rau Martakusuma, dengan nama kecil Abdul Fatah. Semasa memerintah, Sultan Ageng Tirtayasa melakukan banyak perlawanan terhadap Belanda. Sultan menolak perjanjian menolak perjanjian monopoli perdagangan yang diajukan VOC dan menjadikan Banten sebagai pelabuhan terbuka.

Perlawanannya membuat Belanda kewalahan sehingga VOC pun harus menggunakan taktiknya. VOC bersekutu dengan salah satu putra Ageng Tirtayasa, Sultan Haji, untuk menyingkirkan ayahnya. Sultan Ageng Tirtayasa pun tertangkap pada tahun 1683 dan dibuang ke Batavia hingga wafat pada 1692. Pada 1 Agustus 1970, Sultan Ageng Tirtayasa secara resmi dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional sesuai dengan SK Presiden No.045/TK/Tahun 1970.

5. Sultan Ali Mughayat Syah

Sultan Ali Mughayat Syah adalah raja pertama sekaligus pendiri Kerajaan Aceh. Dia memerintah dari tahun 1514 hingga wafat pada tahun 1530. Pada 1520, dia memulai perluasan wilayahnya ke bagian utara Sumatera. Bersama saudaranya, Sultan Ibrahim, Sultan Ali Mughayat Syah menghancurkan ambisi Portugis untuk menguasai wilayah Sumatera. Sultan Ali Mughayat Syah meninggal dunia pada malam Ahad 12 Dzulhijjah 936 Hijriah (6 Agustus 1530) dan takhtanya digantikan oleh putranya, Sultan Salahuddin.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini