Share

TGB Zainul Majdi Minta Para Khatib Tak Politisasi Agama untuk Hindari Politik Identitas

Widya Michella, MNC Media · Jum'at 07 Oktober 2022 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 337 2682433 tgb-zainul-majdi-minta-para-khatib-tak-politisasi-agama-untuk-hindari-politik-identitas-E4VsqQCBRn.jpg Ketua Harian DPP Perindo TGB Muhammad Zainul Majdi (foto: dok ist)

JAKARTA - Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo, Tuan Guru Bajang (TGB) HM Zainul Majdi berpesan kepada para khatib Indonesia untuk menghindari dampak negatif politik identitas. Dengan cara tidak mempolitisir agama saat melakukan khutbah di ruang publik.

"Hindari tasyisuddin alias mempolitisir agama, tapi prinsip islamnya yg harus dimunculkan yaitu keadilan. Hindari hate speech/khitobul karahiyah, munculkan khitobul mahabbah/ujaran kasih sayang," kata TGB dalam acara talkshow Khatib bertema ‘Menolak Politik Identitas’ di Asrama Haji, Jakarta, pada Kamis 6 Oktober 2022.

 BACA JUGA:Kunjungi Ponpes Syaichona Cholil, TGB: Kiai Fakhrillah Sosok yang Murah Senyum dan Menggembirakan

Pada talkshow yang digelar oleh Wadah Silaturohim Khatib Indonesia (Wasathi), TGB mengingatkan, bahwa pada dasarnya peran khatib atau pendakwah adalah memegang amanah nabi. Sehingga peranan tersebut minimal harus dikembalikan secara utuh nilai-nilainya dan tidak boleh berkurang.

“Masjid memiliki fitrahnya untuk membersihkan batin/jiwa seorang muslim, sehingga jangan sampai umat Islam keluar dari masjid malah panas hati sumpek pikirannya karena mendengar khutbah atau ceramah yang isinya adalah kebisingan politik,"kata dia.

 BACA JUGA:TGB Zainul Majdi: Keagamaan dan Kebangsaan Tak Dapat Dilepaskan

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Menurutnya, identitas seharusnya menjadi salah satu media saling mengenal bukan justru dijadikan alat pembentukan kelompok antara satu dengan yang lain.

"Identitas harus jadi media taaruf, bukan malah menjadi alat untuk membentur-benturkan antar kelompok dan mengeliminasi kelompok lain,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini diawali dengan prosesi wisuda 20 orang khatib yang telah mengikuti pelatihan khatib moderat angkatan 1 selama empat bulan. Lalu ditutup dengan deklarasi para khatib Wasathi untuk menciptakan pemilu damai.

Dimana Wasathi mendorong terwujudnya iklim kontestasi politik yang mengedepankan kompetisi gagasan konstruktif dan berkerukunan sebagai satu negara bangsa Indonesia untuk kemaslahatan tanpa memandang asal agama, suku, dan golongan. Serta mengajak semua aktivis politik dan elit politik bangsa Indonesia untuk mengedepankan politik kesejahteraan bangsa secara adil dan merata.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini