Share

Saat Tragedi Kanjuruhan, Ada 11 Tembakan Gas Air Mata dari Aparat

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 07 Oktober 2022 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 337 2682318 saat-tragedi-kanjuruhan-ada-11-tembakan-gas-air-mata-dari-aparat-ilTxeI8b1B.jpg Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: Setpres)

MALANG - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, ada 11 kali tembakan gas air mata dilakukan aparat keamanan usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Hingga akhirnya pemicu kerusuhan dan menewaskan ratusan orang.

Menurut Kapolri, penembakan gas air mata tersebut, tujuh di antaranya ditembakkan ke tribun selatan pada Stadion Kanjuruhan. Sisanya satu tembakan ke arah utara satu kali dan tiga kali tembakan ke arah lapangan.

"Ini yang mengakibatkan para penonton, terutama yang ada di tribun yang ada tembakan itu kemudian panik, dan kemudian berusaha meninggalkan arena," ucap Listyo Sigit Prabowo di Mapolresta Malang Kota, pada Kamis malam (6/10/2022).

BACA JUGA:3 Polisi Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan Buntut Gas Air Mata 

Di satu sisi, kata Kapolri, tembakan itu dilakukan dengan maksud mencegah agar penonton yang kemudian turun ke lapangan itu bisa dicegah.

Sejauh ini ada total 31 anggota kepolisian yang diperiksa oleh tim investigasi. Di mana, 20 orang di antaranya melanggar kode etik terkait pengamanan.

"Ditemukan bukti yang cukup terhadap 20 orang terduga pelanggar. Terdiri dari pejabat utama Polres Malang empat personel, yaitu AKBP FH, Kompol WS, AKP BS dan Iptu BS," ujarnya.

BACA JUGA:Kapolri: Tersangka Tragedi Kanjuruhan Malang Bisa Bertambah 

Follow Berita Okezone di Google News

Selanjutnya ada sejumlah perwira pengawas dan pengendali sebanyak dua personel AKBP AW dan AKP D. Kemudian, atasan yang memerintahkan penembakan sebanyak tiga personel. AKP A, AKP S, dan Aiptu BP.

"Personel yang menembakkan gas air mata di dalam stadion 11 personel," katanya.

Kapolri menegaskan, akan segera dilaksanakan proses untuk pertanggungjawaban etik. Namun, tidak menutup kemungkinan jumlah terduga pelanggar tersebut masih bisa bertambah.

Selain melakukan pemeriksaan terhadap internal Polri, terkait dengan penyidikan, hingga saat ini sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 48 orang saksi meliputi 26 personel Polri.

"Tiga orang penyelenggara pertandingan, delapan steward, enam saksi yang ada di sekitar TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan lima lainnya (berasal dari masyarakat). Kami terus melakukan pemeriksaan tambahan," ujarnya.

Mabes Polri telah menetapkan enam orang tersangka yakni Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) AHL, Ketua Panitia Pelaksana AH, Security Officer SS, Kabagops Polres Malang WS, Danki 3 Brimob Polda Jawa Timur H dan Kasat Samapta Polres Malang BSA.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang korban meninggal dunia akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur sebanyak 131 orang, sementara 440 orang mengalami luka ringan dan 29 orang luka berat.

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan pecah setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Pertandingan sendiri dimenangkan tim tamu Persebaya dengan skor 2 - 3.

Para suporter merangsek masuk ke lapangan. Banyak orang meninggal dunia karena tembakan gas air mata ke tribun, hingga membuat panik ribuan suporter dan terjadilah desak-desakan.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini