Share

Kapolri: Tersangka Tragedi Kanjuruhan Malang Bisa Bertambah

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 06 Oktober 2022 22:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 337 2682250 kapolri-tersangka-tragedi-kanjuruhan-malang-bisa-bertambah-LngoWWbtZW.jpg Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: Avirista Midaada)

KOTA MALANG - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, bahwa tersangka tragedi Kanjuruhan bisa bertambah. Saat ini, sudah ada enam orang ditetapkan tersangka.

Sementara secara keseluruhan ada 48 saksi yang diperiksa pasca kejadian yang membuat 131 orang meninggal dunia.

"Kemungkinan penambahan pelaku apakah itu pelaku pelanggar etik, maupun pelaku akan kita tetapkan terkait pelanggaran pidana, kemungkinan masih bisa bertambah dan tim masih terus bekerja," kata Listyo di Kota Malang, pada Kamis malam (6/10/2022).

BACA JUGA:Temuan Polri di Balik Status Tersangka Dirut PT LIB dalam Tragedi Kanjuruhan 

Menurut Listyo, ada 48 saksi yang meliputi 26 personel kepolisian, tiga orang penyelenggara pertandingan, 8 steward, 6 saksi yang ada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), dan 5 saksi lainnya. "Dan kita terus melakukan pemeriksaan tambahan," katanya.

Enam orang yang sudah dijadikan tersangka yakni Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) AHL, Ketua Panitia Pelaksana AH, Security Officer SS, Kabagops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Komandan Kompi (Danki) 3 Brimob Polda Jawa Timur AKP Hasdarmawan, dan Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidiq Achmadi.

 

Direktur Utama (Dirut) PT LIB Ahmad Hadian Lukita juga dijadikan tersangka sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk memastikan setiap stadion memiliki sertifikasi yang layak fungsi. Namun, pada saat menunjuk stadion LIB, persyaratan layak fungsinya belum dicukupi dan menggunakan hasil verifikasi tahun 2020.

BACA JUGA:Ini Sosok yang Perintahkan Gas Air Mata saat Tragedi Kanjuruhan 

Sementara AH, yang merupakan pelaksana dan koordinator penyelenggara pertandingan yang bertanggung jawab pada LIB, ditemukan tidak membuat dokumen keselamatan dan keamanan bagi penonton di stadion.

"SS selaku security officer, tidak membuat dokumen penilaian risiko. Bertanggung jawab untuk dokumen penilaian risiko untuk semua pertandingan. Dan juga, memerintahkan steward untuk meninggalkan pintu gerbang pada saat terjadi insiden," katanya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Kabagops Polres Malang WSS atau Wahyu Setyo Pranoto lanjutnya, yang bersangkutan mengetahui terkait adanya aturan FIFA tentang pelarangan penggunaan gas air mata. Namun, ia tidak mencegah atau melarang pemakaian gas air mata pada saat pengamanan.

Danki 3 Brimob Polda Jatim AKP Hasdarmawan dan Kasat Samapta Polres Malang BSA atau AKP Bambang Sidiq Achmadi adalah orang yang memberi perintah kepada anggotanya di lapangan untuk melakukan penembakan gas air mata pada saat terjadi kericuhan pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya.

Para tersangka tersebut, disangka Pasal 359 dan Pasal 360 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dan juga Pasal 103 Juncto Pasal 52 UU Nomor 11/2022 Tentang Keolahragaan.

Kerusuhan pecah setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Pertandingan sendiri dimenangkan tim tamu Persebaya dengan skor 2 - 3. Para suporter merangsak masuk ke lapangan dan menyerbu pemain. Banyak orang meninggal dunia karena tembakan gas air mata ke tribun, hingga membuat panik ribuan suporter dan terjadilah desak-desakan.

Akibat kejadian hingga Kamis pagi pukul 06.00 WIB,ada 131 orang dikonfirmasi meninggal dunia dan 420 orang luka-luka. Para korban ini tersebar di 24 rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Para korban mayoritas berdesakan meninggalkan stadion karena semprotan gas air mata polisi ke arah tribun penonton. Akibat para penonton mengalami sesak napas dan terjadi penumpukan hingga insiden terinjak-injak di pintu keluar stadion.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini